Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026

Pembakaran Al Quran dan Urgensi Bangun Kesepahaman Barat dan Islam

ED
Rabu, 1 Februari 2023 | 06:32 WIB
Bagikan
Pembakaran Al Quran dan Urgensi Bangun Kesepahaman Barat dan Islam

VISI.NEWS - Pembakaran Al Quran yang dilakukan politisi sayap kanan garis keras Denmark-Swedia, Rasmus Paludan, kembali membuat ketegangan antarumat di dunia.

Kita bisa membaca adanya sentimen negatif terhadap Muslim Eropa. Ini tidak lain adalah bentuk ekspresi dari fenomena Islamofobia.

Insiden pembakaran kitab suci umat Islam semakin mempertegas demarkasi umat, antara dunia Barat dan dunia Islam. Pemahaman masa lalu manusia kenyataannya tidak kunjung usai dengan dideklarasikannya sejumlah konsensus perdamaian dunia, seperti Declaration of Human Right atau Declaration The International Day to Combat Isamohopobia.

Islamofobia jelas mengancam peradaban dunia. Tindakan Paludan ini menunjukkan adanya kegagalan sejarah dalam merekonstruksi kehidupan sosial dan kesepahaman antarumat (political myth).

Sejumlah pertanyaan menarik untuk diajukan, mengapa selalu ada dikotomi dalam dinamika pergaulan umat dunia? Misalnya, Dunia Barat versus Dunia Timur, atau Bangsa Eropa versus Umat Islam?

Pertanyaan ini berusaha mengeksplor ulang sejarah. Pasalnya, bangsa-bangsa di dunia berdiri dan dibangun di atas pergulatan kepentingan, luka, darah, kebencian, dan peperangan.

Rajutan sejarah ini terus membayangi-bayangi masa depan umat manusia. Seolah-olah antara umat yang satu dengan yang lainnya ditaruh dalam kompetisi-dominatistik yang tidak berkesudahan.

Fakta sejarah menunjukkan Perang Salib, Perang Dingin, atau Perang Invansif seperti Rusia-Ukraina yang selalu melibatkan dua wujud elemen dalam sejarah panjang umat manusia, Timur vs Barat atau Eropa vs Islam. Paradigma kesejarahan ini akan terus menempatkan umat saling berhadapan, hingga saling menjatuhkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.