Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026

Pembakaran Al Quran dan Urgensi Bangun Kesepahaman Barat dan Islam

ED
Rabu, 1 Februari 2023 | 06:32 WIB
Bagikan
Pembakaran Al Quran dan Urgensi Bangun Kesepahaman Barat dan Islam

Padahal Islam dalam ajarannya sangat menjunjung tinggi multikulturalisme ( Gabriele Marranci dalam Multiculturalism, Islam and Class of Civilisations Theori: Rethingking Islamophobia).

Perbedaan dilihat sebagai bentuk keindahan dan rahmat dari Tuhan. Paradigma kemanusiaan seperti perdamaian, toleransi, persatuan, dan ukhuwah dalam Islam sangat ditekankan. Tidak ada narasi ataupun anasir kekerasan dalam memandang perbedaan dan kebebasan yang melekat dari diri manusia.

Sangat tidak bijak sebenarnya, mengadili Islam dengan sebagian fenomena yang tidak ada korelasinya dengan Islam itu sendiri, baik secara ajaran dan perilakunya. Wujud Islam yang antroposentris sebagai bentuk manifestasinya dari keluhuran teosentris menjadi asing dalam realitas pergaulan umat dunia.

Ada dua kelompok yang tidak bertanggungjawab di sini. Pertama, aliran keras yang menggunakan narasi dakwah atau ijtihad Islam di dalamnya. Tanpa disadari, mereka sebenarnya membangun permusuhan terhadap sesama Islam.

Dengan kekerasan yang mereka lakukan, tumbuh kebencian dunia terhadap umat Islam.

Kedua, klaim tunggal terhadap Islam yang dilakukan para kaum populis sehingga membentuk sentimen berlebihan. Mereka memahami Islam secara tidak adil karena mengedepankan sentimen dengan akumulasi pengetahuan yang timpang.

Alhasil, muncul stereotip yang mengandung permusuhan dan rasisme terhadap Islam. Tidak lain, Islam hanya dipahami sebagai kekerasan dan tidak berkemanusiaan.

Dua kelompok ini yang pada kenyataannya melahirkan fenomena Islamofobia. Maka tidak heran jika persinggungan umat kembali memanas dengan insiden pembakaran Al Quran. Jelas posisi Islam dijadikan sebagai alat konspirasi untuk kepentingan yang belum berkesudahan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.