Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Pembakaran Al Quran dan Urgensi Bangun Kesepahaman Barat dan Islam

ED
Rabu, 1 Februari 2023 | 06:32 WIB
Bagikan
Pembakaran Al Quran dan Urgensi Bangun Kesepahaman Barat dan Islam

Kita lumrah menyebutnya dengan “pengutuban destruktif” untuk masa depan umat manusia.

Dalam taraf ini, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu merekonstruksi paradigma kesejarahan dunia. Hal itu bisa berupa nota kesepahaman untuk perdamaian dunia.

Dengan paradigma baru itu, diharapkan lahir semacam memori dialogis dalam membangun kesepahaman dan perdamaian untuk keberlangsungan masa depan umat manusia itu sendiri.

Ia harus dipahami sebagai tonggak memori perjalanan bangsa-bangsa ( Edward Said dalam Invention, Memory and Place)

Selanjutnya, kebencian terhadap Islam atau Islamofobia timbul dari hasil interpretasi Dunia Barat terhadap Islam.

Kaum populis atau kelompok garis keras Eropa melihat Islam sebagai bentuk kepercayaan yang sarat dengan kekerasan dan tanpa kompromi terhadap perbedaan. Jelas hasil bacaan tersebut menghasilkan narasi interpretan “Islamophobia”.

Di satu sisi, kita tidak bisa menampik adanya kelompok keras dalam Islam sendiri. Mereka selalu mendakwahkan Islam secara dikotomis, membawa narasi jihad, meruntuhkan sisi-sisi kemanusiaan, hingga bom bunuh diri berhasil membentuk cara pandang tersendiri terhadap Islam.

Hal ini sangat kontrapersepsi dengan ‘multiculturalism’ yang terus digaungkan akhir-akhir ini sebagai manifestasinya dari demokrasi liberal.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.