Paradoks Bernama MACA dan Robobook
Catatan dari Festival Literasi Kota Bandung 2026 - Oleh Tendy K. Somantri
Peran orang tua mendongeng akan segera tergantikan oleh robot. (Foto ilustrasi - Google)
Lalu, ketika lampu-lampu panggung Festival Literasi Kota Bandung telah padam dan spanduk-spanduk seremonial mulai diturunkan, kita berharap ada kesadaran baru yang tersisa di kepala kita semua. Mari kita kembalikan festival literasi sebagai rumah bernaung yang ramah bagi setiap pencinta ilmu, sebuah palung tempat ketulusan dihargai dan kolaborasi dirajut tanpa sekat jabatan. Biarkan literasi kembali pada khitahnya: bergerak meliuk seperti aliran air yang tenang, menyusup ke sela-sela dahaga masyarakat, menghidupkan jiwa-jiwa yang gersang, dan menumbuhkan tunas-tunas kemanusiaan yang abadi di bumi pertiwi. Karena pada akhirnya, literasi bukan sekadar kegiatan membaca dan menulis, yang terpampang di atas baliho, melainkan pembangunan karakter yang terukir dalam dada manusia merdeka.*
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!