Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026 Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026

Panitia Kurban di Palembang Tewas Tenggelam Saat Cuci Jeroan Sapi

Desi Rossilawati
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:27 WIB
Bagikan
Panitia Kurban di Palembang Tewas Tenggelam Saat Cuci Jeroan Sapi

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | PALEMBANG - Seorang panitia kurban bernama Juli Hermanto (40) meninggal dunia setelah tenggelam di aliran anak sungai atau daman di kawasan Jakabaring, Palembang, Rabu (27/5/2026). Korban diduga tidak mengetahui kedalaman sungai saat hendak membersihkan usus sapi usai proses penyembelihan hewan kurban.

Korban yang merupakan warga Jalan Panca Usaha RT 63, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, datang ke lokasi bersama dua rekannya, Gunawan (30) dan Mail. Ketiganya sebelumnya baru menyelesaikan pemotongan hewan kurban di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mereka kemudian menggunakan bentor untuk membawa usus sapi ke aliran daman di Jalan Pangeran Ratu guna dibersihkan. Sesampainya di lokasi, korban awalnya hanya beraktivitas di tepi sungai yang relatif dangkal.

“Cuci usus sapi tadi, Pak, ke sini untuk bikin babat. Kami bertiga ke sini, saya, korban, dan Mail. Sesampai di TKP, korban awalnya hanya di tepi daman. Namun diduga mengira dangkal, korban ke tengah,” ujar Gunawan.

Situasi berubah ketika korban berjalan menuju bagian tengah aliran sungai. Diduga korban mengira kedalaman air di bagian tersebut masih aman. Namun ternyata kondisi sungai jauh lebih dalam dari perkiraan sehingga korban langsung tenggelam.

Rekan korban mengaku tidak sempat memberikan pertolongan karena tubuh korban dengan cepat menghilang dari permukaan air. Mereka juga baru menyadari korban tidak bisa berenang setelah kejadian berlangsung.

“Saya tidak sempat menolong korban karena korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan. Saya dan Mail juga tidak menyangka kalau korban tidak bisa berenang,” kata Gunawan.

Setelah korban tenggelam, warga bersama keluarga langsung melakukan pencarian secara manual di sekitar lokasi kejadian dengan menyisir aliran sungai. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 12.40 WIB, korban berhasil ditemukan tidak jauh dari titik awal tenggelam.

Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bari Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Seberang Ulu I Palembang melalui Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu diduga terjadi karena korban salah memperkirakan kedalaman sungai.

“Benar ada peristiwa orang tenggelam. Korban mengira aliran anak sungai tersebut dangkal, ternyata dalam. Saat korban bergerak ke tengah, korban langsung tenggelam karena diduga kuat tidak bisa berenang,” terang Ipda Ammar.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.