Pakar ITB : Waspada! Jika Air Sungai Tiba-tiba Surut di Musim Hujan

ED
Selasa, 27 Januari 2026 | 05:13 WIB
Bagikan
Pakar ITB : Waspada! Jika Air Sungai Tiba-tiba Surut di Musim Hujan

Karakter aliran semacam ini, lanjutnya, lebih tepat dikategorikan sebagai aliran lumpur (mudflow) atau bahkan aliran debris (debris flow). Muatan sedimen yang sangat besar menjelaskan mengapa kerusakan parah dapat terjadi di sepanjang jalur sungai, meskipun wilayah tersebut tidak berada di zona sumber longsoran.

Dr. Imam juga mengingatkan adanya potensi bahaya susulan. Berdasarkan pengamatan lapangan, masih terdapat indikasi sumbatan-sumbatan material di bagian hulu sungai. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, sumbatan tersebut berpotensi jebol dan memicu aliran lumpur lanjutan yang membahayakan wilayah hilir.

Terkait permukiman di sempadan sungai, ia menekankan perlunya kewaspadaan tinggi. Bahaya tidak selalu berasal dari lereng di sekitar rumah, melainkan dari sistem aliran sungai yang terhubung langsung dengan lereng terjal di hulunya. Vegetasi juga memiliki peran penting, baik secara mekanik melalui perakaran yang memperkuat tanah maupun secara hidrologis dengan memperlambat kejenuhan tanah oleh air hujan.

Dalam menghadapi ancaman aliran lumpur dan debris, Dr. Imam menegaskan perlunya mitigasi berbasis ilmu pengetahuan. Upaya tersebut meliputi stabilisasi lereng di hulu, pemantauan jalur aliran dengan teknologi seperti sensor getaran dan kamera, serta pembangunan struktur pengendali seperti tanggul pengelak dan penghalang debris. “Yang paling merusak itu bukan airnya, tetapi sedimen yang terbawa aliran. Karena itu, mitigasi harus fokus pada pengendalian materialnya,” pungkasnya.

@uli

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.