Pakar ITB : Waspada! Jika Air Sungai Tiba-tiba Surut di Musim Hujan
VISI.NEWS | BANDUNG - Sebagai langkah mitigasi non-struktural, Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr.Eng. Imam Achmad Sadisun, S.T., M.T., menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam yang kerap terabaikan. Menurutnya, pemahaman dini terhadap sinyal bahaya alam dapat menyelamatkan banyak nyawa, terutama di wilayah rawan longsor dan aliran sungai.
Salah satu indikator penting yang perlu diwaspadai masyarakat adalah menyusut atau bahkan hilangnya aliran air sungai secara tiba-tiba saat hujan lebat masih berlangsung. Kondisi ini, kata Dr. Imam, dapat menandakan adanya sumbatan atau pembendungan alami di bagian hulu sungai akibat longsoran material.
“Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut saat hujan lebat, masyarakat harus waspada dan segera menjauh dari alur sungai,” ujar Dr. Imam, dikutip dari laman resmi itb.ac.id. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut sering menjadi pertanda awal bencana yang lebih besar.
Melalui kejadian ini, Dr. Imam berharap pemahaman masyarakat tentang bahaya longsoran tidak lagi terbatas pada runtuhnya lereng di sekitar permukiman. Risiko yang lebih besar justru sering datang dari aliran bermuatan sedimen hingga aliran lumpur atau debris dari bagian hulu, yang dapat terjadi tanpa tanda visual mencolok di lokasi permukiman.
Ia menjelaskan, ketika longsoran di hulu membentuk bendungan alami, air akan terus tertahan hingga tekanan mencapai batas tertentu. Saat bendungan tersebut jebol, akan terjadi aliran lumpur (mudflow) yang bergerak cepat mengikuti alur sungai menuju wilayah hilir.
“Aliran ini bukan sekadar air, tetapi aliran lumpur yang sering mengandung bongkah batu dan ranting kayu. Daya rusaknya jauh lebih besar dan dapat menghancurkan apa pun yang dilaluinya,” kata Dr. Imam. Kecepatan dan massa material membuat dampaknya sering kali lebih dahsyat dibanding longsor lereng biasa.
Ia menegaskan bahwa dalam banyak kasus, rumah-rumah warga sebenarnya tidak mengalami longsor pada lereng tempat bangunan berdiri. Kerusakan terjadi karena material longsoran dari hulu yang terbawa alur sungai dan menghantam kawasan permukiman di hilir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!