Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal
Dapur SPPG Rancamulya 2 yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan lokasi SS bekerja sebagai Kepala SPPG./visi.news/ist.
"Awal-awal saya bisa komunikasi lancar sih, juga enggak ada masalah. Ya suka bercanda, cuma pas ke mungkin selama 3 bulan ke belakang, jadi agak beda gitu sikapnya. Beda agak tertutuplah. Ditanya juga enggak ada komunikasi apa-apa gitu. Justru ya sesuai tupoksinya saja mungkin gitu ya. Enggak bisa bercanda, agak tertutup gitu," tutur Fajri.
Ia menambahkan, komunikasi terakhir dengan SS terjadi sebelum masa libur. Dalam dua pekan terakhir sebelum kabar duka diterima, telepon genggam almarhum sudah tidak dapat dihubungi sehingga pihak mitra dapur sempat berupaya mencari informasi kepada keluarga dan kerabat terkait kelanjutan operasional dapur.
"Jadi, pas kemarin terjadi kejadian seperti itu, ya syok saja. Syok tuh kenapa bisa seperti ini. Padahal, di dapur enggak ada masalah apa-apa. Alhamdulillah kami enggak ada kendala dari segi dapur atau penerima manfaat, sekolah-sekolah atau posyandu juga aman," kata Fajri.
Fajri mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya almarhum maupun persoalan pribadi yang mungkin dihadapi. Saat ini, proses administrasi untuk penunjukan Kepala SPPG pengganti masih berlangsung melalui pelaporan berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, wilayah hingga KPPG pusat.
Sementara itu, Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai penemuan seorang pria meninggal dunia di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bandung pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
"Pada hari Minggu pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut sehingga dari piket dan gabungan Inafis turun ke lapangan dan melakukan olah TKP," kata Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
"Korban mengikat diri dengan tali di lantai 12," ujarnya.
Megawati menjelaskan, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban berupa telepon genggam, sandal, kartu identitas, serta sepucuk surat berisi permohonan maaf kepada keluarga. Setelah olah tempat kejadian perkara selesai, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!