Dadang Naser Minta Permen Kehutanan Dikaji Ulang dan Dievaluasi 15 Jul 2026 Deschamps Akui Spanyol Lebih Unggul dari Perancis di Semifinal 15 Jul 2026 Ijeck Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Sumut–Aceh, Pangkas Biaya Logistik 15 Jul 2026 Maxim Perkuat Dukungan untuk UMKM 15 Jul 2026 Uji Kelayakan KPI 2026, Achmad Daeng Sere Soroti Target Kinerja 15 Jul 2026 Sambut Reaktivasi Bandara Husein, Infrastruktur Siap dan Dua Rute Baru Dibuka Agustus 15 Jul 2026 Muazzim Akbar Pastikan Aspirasi Mitra MBG Dibawa ke RDP Bersama BGN 15 Jul 2026 Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal 15 Jul 2026 Revisi UU Penyiaran Disorot, Sarifah Ainun Uji Gagasan Calon Komisioner KPI 15 Jul 2026 Fasilitas Latihan Persib Disorot, Ini Penjelasan Manajemen 15 Jul 2026 Dadang Naser Minta Permen Kehutanan Dikaji Ulang dan Dievaluasi 15 Jul 2026 Deschamps Akui Spanyol Lebih Unggul dari Perancis di Semifinal 15 Jul 2026 Ijeck Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Sumut–Aceh, Pangkas Biaya Logistik 15 Jul 2026 Maxim Perkuat Dukungan untuk UMKM 15 Jul 2026 Uji Kelayakan KPI 2026, Achmad Daeng Sere Soroti Target Kinerja 15 Jul 2026 Sambut Reaktivasi Bandara Husein, Infrastruktur Siap dan Dua Rute Baru Dibuka Agustus 15 Jul 2026 Muazzim Akbar Pastikan Aspirasi Mitra MBG Dibawa ke RDP Bersama BGN 15 Jul 2026 Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal 15 Jul 2026 Revisi UU Penyiaran Disorot, Sarifah Ainun Uji Gagasan Calon Komisioner KPI 15 Jul 2026 Fasilitas Latihan Persib Disorot, Ini Penjelasan Manajemen 15 Jul 2026

Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal

Desi Rossilawati
Rabu, 15 Juli 2026 | 11:51 WIB
Bagikan
Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal

Dapur SPPG Rancamulya 2 yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan lokasi SS bekerja sebagai Kepala SPPG./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ranca Mulya 2, Kabupaten Bandung, dihentikan sementara menyusul meninggalnya Kepala SPPG berinisial SS (26). Penghentian layanan tersebut berdampak pada ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta puluhan pekerja dapur yang untuk sementara dirumahkan.

Mitra Dapur SPPG Ranca Mulya 2, Fajri, mengatakan penghentian sementara operasional merupakan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komite Pelayanan Program Gizi (KPPG). Menurutnya, seluruh proses persetujuan anggaran dan pencairan dana masih berada di bawah kewenangan Kepala SPPG.

"Kebetulan kemarin ada dari BGN langsung, dari KPPG langsung ke sini, ya kami dianjurkan buat off dulu sementara karena ya mungkin kepala SPPG-nya juga belum ada, jadi nunggu kepala SPPG pengganti dulu," ujar Fajri dalam keterangannya dikutip, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, penghentian operasional tidak dapat dihindari karena sistem administrasi dan pencairan anggaran membutuhkan persetujuan dari Kepala SPPG.

"Karena itu kan istilahnya mah harus se-approval kepala SPPG dana pencairan segala macam. Katanya harus berhenti dulu karena password sama kode buat approval-nya ada di beliau yang mengeluarkan dananya, bukan dari kami. Kami sebagai mitra cuma dapat ID dapur sama nomor rekening dapur. Yang nge-okein kan beliau, jadi sekarang enggak bisa," lanjutnya.

Akibat penghentian sementara tersebut, sebanyak 2.625 penerima manfaat yang tersebar di enam sekolah mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP serta tiga Posyandu untuk sementara tidak menerima layanan program gizi. Selain itu, sebanyak 47 pegawai dan staf dapur juga terdampak sembari menunggu penunjukan Kepala SPPG yang baru.

Fajri mengatakan SS memimpin SPPG Ranca Mulya 2 sejak unit tersebut mulai beroperasi pada September 2025. Selama menjalankan tugas, almarhum dinilai mampu menjalankan program dengan baik tanpa kendala berarti dalam pendistribusian layanan.

Namun, menurut Fajri, dalam sekitar tiga bulan terakhir terdapat perubahan sikap pada almarhum yang sebelumnya dikenal komunikatif dan mudah bergaul.

"Awal-awal saya bisa komunikasi lancar sih, juga enggak ada masalah. Ya suka bercanda, cuma pas ke mungkin selama 3 bulan ke belakang, jadi agak beda gitu sikapnya. Beda agak tertutuplah. Ditanya juga enggak ada komunikasi apa-apa gitu. Justru ya sesuai tupoksinya saja mungkin gitu ya. Enggak bisa bercanda, agak tertutup gitu," tutur Fajri.

Ia menambahkan, komunikasi terakhir dengan SS terjadi sebelum masa libur. Dalam dua pekan terakhir sebelum kabar duka diterima, telepon genggam almarhum sudah tidak dapat dihubungi sehingga pihak mitra dapur sempat berupaya mencari informasi kepada keluarga dan kerabat terkait kelanjutan operasional dapur.

"Jadi, pas kemarin terjadi kejadian seperti itu, ya syok saja. Syok tuh kenapa bisa seperti ini. Padahal, di dapur enggak ada masalah apa-apa. Alhamdulillah kami enggak ada kendala dari segi dapur atau penerima manfaat, sekolah-sekolah atau posyandu juga aman," kata Fajri.

Fajri mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya almarhum maupun persoalan pribadi yang mungkin dihadapi. Saat ini, proses administrasi untuk penunjukan Kepala SPPG pengganti masih berlangsung melalui pelaporan berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, wilayah hingga KPPG pusat.

Sementara itu, Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai penemuan seorang pria meninggal dunia di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bandung pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

"Pada hari Minggu pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut sehingga dari piket dan gabungan Inafis turun ke lapangan dan melakukan olah TKP," kata Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

"Korban mengikat diri dengan tali di lantai 12," ujarnya.

Megawati menjelaskan, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban berupa telepon genggam, sandal, kartu identitas, serta sepucuk surat berisi permohonan maaf kepada keluarga. Setelah olah tempat kejadian perkara selesai, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Korban adalah salah satu warga Kabupaten Bandung. Jadi, kami memanggil keluarganya, pihak keluarga juga sudah ikhlas, tetapi kami tetap melakukan identifikasi menunggu hasil dari Sartika Asih," tuturnya.

Ia juga membenarkan adanya surat tulisan tangan yang ditinggalkan korban.

"Jadi, ada barang yang diamankan, ponsel, sandal, KTP, dan satu surat tulis tangan permohonan maaf kepada pihak keluarga," ujar Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.