Ijeck Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Sumut–Aceh, Pangkas Biaya Logistik
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Musa Rajekshah./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Musa Rajekshah mendorong pemerintah menjadikan pengembangan jaringan kereta api di Sumatera Utara (Sumut) hingga Aceh sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Reaktivasi jalur kereta yang telah ada dinilai mampu memperkuat konektivitas, menekan biaya logistik, sekaligus menggerakkan perekonomian kawasan barat Indonesia.
Politisi yang akrab disapa Ijeck, itu menyebut bila transportasi kereta api merupakan moda yang paling efektif, efisien, aman, dan ramah lingkungan. Karena itu, pembangunan jaringan rel seharusnya mendapat perhatian lebih besar dalam kebijakan anggaran pemerintah.
“Di negara-negara maju, kereta api menjadi transportasi yang sangat diunggulkan. Bahkan jalur kereta api lebih banyak dibandingkan jalur kendaraan karena mampu mengurangi kemacetan dan polusi,” ujar Ijeck dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Selasa (14/7/2026).
Ia menyoroti kondisi jaringan rel di Sumatera Utara yang justru semakin berkurang dibandingkan pada masa kolonial. Padahal, banyak jalur lama masih memiliki nilai strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, jalur kereta menuju Pelabuhan Kuala Tanjung sudah tersedia, namun hingga kini masih didominasi untuk angkutan barang. Ia berharap pemerintah mulai mengembangkan layanan kereta penumpang di koridor tersebut agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Selain itu, Mantan Wagub Sumut tersebut juga mendorong pemerintah menghidupkan kembali jalur kereta yang menghubungkan Sumatera Utara dengan Aceh. Menurutnya, rel menuju Aceh Tamiang masih tersedia dan layak dimanfaatkan.
Ijeck mempertanyakan mengapa pembangunan jalur tersebut terhenti di Binjai, padahal konektivitas hingga Aceh dinilai akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi kedua provinsi.
“Kami berharap jalur kereta dari Sumatera Utara menuju Aceh bisa segera dilanjutkan. Jalurnya masih ada dan akan sangat membantu aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga meminta reaktivasi jalur menuju kawasan Pangkalan Susu yang selama ini berpotensi mendukung distribusi hasil perikanan, industri, dan aktivitas pelabuhan.
"Koridor Sumatera bagian utara, mulai dari Riau, Sumatera Utara hingga Aceh, merupakan salah satu kawasan strategis penopang ekonomi Indonesia bagian barat sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai," imbuhnya.
Di sisi lain, Ijeck juga mengingatkan masih tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api di Sumatera Utara. Karena itu, pemerintah diminta meningkatkan anggaran untuk pembangunan fasilitas keselamatan sekaligus mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis perkeretaapian.
Ia berharap usulan pengembangan jalur kereta Sumatera Utara–Aceh, termasuk penyelesaian proyek kereta layang di Medan, dapat menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran tahun 2027.
“Kami berharap ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah karena akan berdampak langsung terhadap konektivitas, efisiensi logistik, serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara dan Aceh,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!