Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal
Dapur SPPG Rancamulya 2 yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan lokasi SS bekerja sebagai Kepala SPPG./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ranca Mulya 2, Kabupaten Bandung, dihentikan sementara menyusul meninggalnya Kepala SPPG berinisial SS (26). Penghentian layanan tersebut berdampak pada ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta puluhan pekerja dapur yang untuk sementara dirumahkan.
Mitra Dapur SPPG Ranca Mulya 2, Fajri, mengatakan penghentian sementara operasional merupakan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komite Pelayanan Program Gizi (KPPG). Menurutnya, seluruh proses persetujuan anggaran dan pencairan dana masih berada di bawah kewenangan Kepala SPPG.
"Kebetulan kemarin ada dari BGN langsung, dari KPPG langsung ke sini, ya kami dianjurkan buat off dulu sementara karena ya mungkin kepala SPPG-nya juga belum ada, jadi nunggu kepala SPPG pengganti dulu," ujar Fajri dalam keterangannya dikutip, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, penghentian operasional tidak dapat dihindari karena sistem administrasi dan pencairan anggaran membutuhkan persetujuan dari Kepala SPPG.
"Karena itu kan istilahnya mah harus se-approval kepala SPPG dana pencairan segala macam. Katanya harus berhenti dulu karena password sama kode buat approval-nya ada di beliau yang mengeluarkan dananya, bukan dari kami. Kami sebagai mitra cuma dapat ID dapur sama nomor rekening dapur. Yang nge-okein kan beliau, jadi sekarang enggak bisa," lanjutnya.
Akibat penghentian sementara tersebut, sebanyak 2.625 penerima manfaat yang tersebar di enam sekolah mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP serta tiga Posyandu untuk sementara tidak menerima layanan program gizi. Selain itu, sebanyak 47 pegawai dan staf dapur juga terdampak sembari menunggu penunjukan Kepala SPPG yang baru.
Fajri mengatakan SS memimpin SPPG Ranca Mulya 2 sejak unit tersebut mulai beroperasi pada September 2025. Selama menjalankan tugas, almarhum dinilai mampu menjalankan program dengan baik tanpa kendala berarti dalam pendistribusian layanan.
Namun, menurut Fajri, dalam sekitar tiga bulan terakhir terdapat perubahan sikap pada almarhum yang sebelumnya dikenal komunikatif dan mudah bergaul.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!