Nyawa Pegowes Kembali Melayang, Bandung Darurat Jalan Aman?
Pada 16 Juni 2026, ruas Jalan Soekarno-Hatta juga merenggut nyawa Dika Putra Mahardika, pelajar berusia 15 tahun.
Saat itu, Dika sedang bersepeda bersama teman-temannya menuju Masjid Raya Al-Jabbar. Di kawasan seberang Balai Diklat Keagamaan Bandung arah Gedebage, ia diduga tersenggol mobil tangki minyak hingga terjatuh dan meninggal dunia di tempat.
Dua kecelakaan fatal. Satu ruas jalan yang sama. Selang waktu hanya sekitar enam pekan.
Fakta ini memperlihatkan bahwa persoalan keselamatan pesepeda bukan lagi insiden yang berdiri sendiri, melainkan sinyal adanya risiko yang perlu mendapat perhatian serius.
Bandung selama ini dikenal sebagai kota yang memiliki komunitas sepeda cukup besar. Sejak tren bersepeda meningkat beberapa tahun terakhir, ribuan warga rutin menggunakan sepeda, baik untuk olahraga, bekerja, maupun aktivitas harian.
Ironisnya, pertumbuhan jumlah pesepeda belum sepenuhnya diikuti penyediaan infrastruktur yang mampu memberikan rasa aman.
Di sejumlah ruas jalan utama, pesepeda masih harus berbagi ruang dengan kendaraan bertonase besar seperti truk logistik, truk tangki, kendaraan proyek, maupun angkutan barang.
Kondisi tersebut membuat posisi pesepeda menjadi kelompok pengguna jalan yang paling rentan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!