Nyawa Pegowes Kembali Melayang, Bandung Darurat Jalan Aman?
VISI.NEWS – Satu lagi pesepeda kehilangan nyawanya di jalan raya Kota Bandung. Duka kembali menyelimuti komunitas gowes setelah Wenti Keikoro, anggota komunitas GoWeS BeLeKoK sekaligus pemilik toko oleh-oleh di kawasan Cibaduyut, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta, dekat Terminal Leuwipanjang.
Ucapan belasungkawa memenuhi media sosial dan grup-grup komunitas pesepeda. Namun, di balik doa yang mengalir, muncul pertanyaan yang semakin sulit diabaikan: sampai kapan pesepeda harus mempertaruhkan nyawa setiap kali mengayuh sepeda di jalan raya?
Belasungkawa memang mengobati luka, tetapi tidak akan menghentikan tragedi berikutnya.
Dalam waktu kurang dari dua bulan, Jalan Soekarno-Hatta telah menjadi saksi hilangnya dua nyawa pesepeda. Dua korban dengan latar belakang berbeda, namun memiliki kesamaan nasib: sama-sama pulang sebagai jenazah setelah memilih bersepeda.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu, 29 Juli 2026. Berdasarkan informasi yang beredar, sebuah truk pengangkut tabung gas elpiji diduga oleng ke kiri hingga menabrak pesepeda, beberapa kendaraan lain, serta gerobak pedagang di kawasan dekat Terminal Leuwipanjang.
Benturan keras menyebabkan Wenti Keikoro meninggal dunia di lokasi kejadian.
Bagi komunitas gowes Bandung, Wenti bukan sekadar nama. Ia dikenal aktif bersepeda sekaligus menjalankan usahanya sebagai pemilik toko oleh-oleh di Cibaduyut. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan komunitas.
Namun, tragedi tersebut bukan yang pertama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!