Nasim Khan Soroti Kemandirian Obat Nasional dan Efektivitas Pembentukan Holding Bio Farma

Desi Rossilawati
PN
Rabu, 10 Juni 2026 | 08:05 WIB
Bagikan
Nasim Khan Soroti Kemandirian Obat Nasional dan Efektivitas Pembentukan Holding Bio Farma

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Nasim Khan./visi.news/ist

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, mengapresiasi perbaikan kinerja yang ditunjukkan Bio Farma Group sejak terbentuk sebagai Holding BUMN Farmasi. Menurutnya, kondisi Bio Farma saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan strategis yang perlu mendapat perhatian serius.

"Saya mengapresiasi jajaran direksi karena tidak mudah mengelola industri farmasi di Indonesia. Sejak menjadi holding, Bio Farma sudah menunjukkan kondisi yang lebih baik dan mampu mencatatkan perbaikan kinerja," ujar Nasim dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan Bio Farma Group di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Meski demikian, pihaknya juga menyoroti sejumlah permasalahan dan tantangan PT Kimia Farma. Salah satunya terkait belum optimalnya kinerja perusahaan. Sehingga perlu ada strategi yang jelas mengenai produk-produk unggulan yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Kimia Farma. Selain itu, kualitas layanan kesehatan yang diberikan melalui klinik-klinik Kimia Farma juga harus menjadi perhatian utama perusahaan.

"Saya ingin tahu apa penyebabnya dan apa solusi yang akan dilakukan. Produk apa yang bisa menjadi andalan agar Kimia Farma lebih baik ke depan. Klinik-klinik Kimia Farma juga harus menjadi perhatian karena seharusnya mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan menjadi contoh bagi masyarakat," tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III tersebut.

Lebih lanjut, Nasim menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat. Ia menyebut sekitar 80 hingga 95 persen bahan baku farmasi nasional masih berasal dari luar negeri, kondisi yang menurutnya perlu segera diatasi untuk memperkuat kemandirian kesehatan nasional.

"Kita masih lemah dalam kemandirian obat nasional. Sebagian besar bahan baku farmasi masih impor. Padahal Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan tanaman herbal yang sangat besar yang seharusnya bisa dikembangkan menjadi bahan baku farmasi nasional,"tambahnya.

Politisi Fraksi PKB ini mencontohkan potensi tanaman herbal di daerah pemilihannya yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Berbagai komoditas seperti jahe merah dan tanaman obat lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai pasok industri farmasi nasional.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.