Nasim Khan Soroti Kemandirian Obat Nasional dan Efektivitas Pembentukan Holding Bio Farma
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Nasim Khan./visi.news/ist
Karena itu, ia meminta Bio Farma, termasuk di dalamnya PT Kimia Farma, memaparkan target dan strategi pengurangan ketergantungan impor bahan baku obat hingga tahun 2030, termasuk pengembangan produk-produk strategis yang dapat diproduksi di dalam negeri.
"Saya ingin mengetahui target penurunan impor bahan baku obat sampai tahun 2030. Bagaimana strategi menekannya dan produk-produk strategis apa saja yang bisa diproduksi di dalam negeri sehingga kita semakin mandiri di sektor kesehatan," kata Nasem.
Selain itu, ia juga mendorong Bio Farma untuk lebih aktif menjalin kemitraan dengan petani dan pelaku usaha di daerah dalam pengembangan bahan baku farmasi berbasis tanaman herbal. Menurutnya, hingga saat ini masyarakat dan petani di berbagai daerah belum merasakan secara langsung kehadiran Bio Farma dalam pengembangan potensi herbal nasional.
Pihaknya mengusulkan pembentukan sentra bahan baku farmasi berbasis tanaman herbal serta program pendampingan bagi UMKM dan kelompok tani yang bergerak di sektor tersebut. Ia bahkan menyatakan siap menjadi jembatan antara Bio Farma dengan masyarakat di daerah pemilihannya untuk memperkuat kolaborasi tersebut.
"Saya ingin ada kemitraan yang nyata antara Bio Farma dengan petani. Pembentukan sentra bahan baku farmasi berbasis tanaman herbal penting dilakukan. Begitu juga pendampingan UMKM agar potensi herbal yang kita miliki dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kemandirian farmasi nasional," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!