Fadholi Dorong Program Unggulan Desa Masuk Dalam PSN
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Nasdem Fadholi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Anggota Komisi V DPR RI Fadholi mendorong Kementerian Desa (Kemendes) untuk memperjuangkan program-program unggulan desa agar dapat diangkat menjadi Program Strategis Nasional (PSN). Legislator tersebut menilai langkah ini krusial agar program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa mendapatkan perhatian anggaran yang optimal dari pemerintah pusat.
“Program-program yang kemarin sudah disampaikan oleh Komisi, yang kemarin juga kita sudah disuruh untuk bisa mensosialisasikan ke desa-desanya, harus diperjuangkan. Tidak bisa ditinggal begitu saja. Sebagaimana kemarin sudah mengatakan akan ada program Pasar Desa, kemudian Desa Wisata, dan lain-lain. Ini tolong bahwa program-program yang memang dianggap baik itu, masukkan sebagai program Strategis Nasional,” tegas Fadholi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Eselon I Kemendes PDTT di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut meyakini bahwa jika program idola dari kementerian tersebut dikoordinasikan dengan Bappenas dan disetujui menjadi PSN, maka kendala keterbatasan pagu anggaran yang dihadapi kementerian dapat teratasi.
“Tolong yakinkan kepada Bapak Presiden bahwa anggaran-anggaran itulah yang dari Kementerian Desa, kemudian ini bisa dimasukkan pada Program Strategis Nasional atau PSN. Ini penting. Kalau itu sudah menjadi PSN, ini pasti akan dianggarkan,” ujarnya sembari memberikan persetujuan fraksi dengan catatan kritis.
Selain mendorong program strategis, legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah ini juga memberikan catatan tajam mengenai efisiensi struktur di internal kementerian. Fadholi menyoroti adanya sejumlah lembaga di bawah kementerian, seperti di BPSDM, yang tercatat memiliki anggaran nol rupiah.
“Anggaran dari Inspektorat ini banyak digunakan untuk gaji-gaji pegawai. Jaminannya apa bahwa Inspektorat itu nanti akan bisa bekerja dengan baik? Cuma kalau nadanya tadi, itu sepertinya akan mengatakan bahwa akan jalan apa adanya dan seadanya. Nah, ini catatan yang mesti harus dipenuhi. Saya pikir ini tidak bisa kita pandang sebelah mata, tapi ini harus betul-betul dipikirkan untuk bisa ke depannya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!