Muktamar NU Memanas, Kiai Asep Tuding Ada Riswah
Ilustrasi. /visi.news/ai
Minta Pemilihan Diulang
Kiai Asep mengusulkan agar proses pemilihan AHWA dilakukan kembali di tempat, dengan memberikan kebebasan kepada pemilik hak suara untuk menentukan pilihannya tanpa tekanan, penyekapan maupun pengaruh pemberian uang.
“Suara-suara untuk AHWA itu ditulis di tempat dengan terlebih dahulu diarahkan untuk bebas menuliskannya. Jangan ada pengaruh dari riswah dan penyekapan-penyekapan,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar setelah surat suara ditulis, surat tersebut langsung dimasukkan ke kotak suara. Selanjutnya, kotak dibuka dan seluruh proses penghitungan dilakukan secara terbuka di hadapan peserta.
“Dibuka bersama, dibacakan bersama,” kata Kiai Asep.
Desakan tersebut pada dasarnya mengarah pada tuntutan agar mekanisme pengumpulan suara AHWA yang sebelumnya berlangsung dinyatakan tidak berlaku dan digantikan dengan proses yang dinilai lebih transparan.
Persoalkan Mekanisme AHWA
Selain menyoroti dugaan riswah dan penyekapan, Kiai Asep juga mempersoalkan mekanisme AHWA itu sendiri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!