Merawat Hati Agar Selamat
Ketiga, mujahadah, yakni sebuah perjuangan spiritual (rohani) dengan mengerahkan segala potensi dalam rangka menjalankan tugas-tugas pengabdian kita kepada Allah, serta menyingkirkan setiap hambatan-hambatan yang berusaha menghalangi pengabdian kita kepada-Nya. Pada tahap ini, dibutuhkan istiqamah, ketekunan, dan kesabaran.
Kunci menggapai hati bahagia. Imam fakrurrazi Rahimahullah berkata :
قلب المؤمن منشرح بنور معرفة الله تعالى.والقلب اذا كان مملوء ا من هذه المعرفة لم يتسع للاحزان الواقعة بسبب أحوال الدنيا. اماقلب الجاهل فإنه خال عن معرفة الله تعالى.فلاجرم يصير مملوءا من الأحزان الواقعة بسبب مصاءب الدنيا.
" Hati orang mukmin itu bahagia sebab adanya cahaya mengenal pada Allah Ta'ala, padahal ketika hati itu dipenuhi oleh mengenal kepada Allah,maka ia tak akan muat lagi di isi oleh kesusahan kesusahan yang di akibatkan oleh keadaan dunia".
Sedangkan hati orang yang bodoh ( tentang Allah ), itu sepi dari mengenal kepada Allah Ta'ala, sehingga pasti akan dipenuhi dengan kesusahan kesusahan yang di akibatkan oleh cobaan cobaan duniawi.
Jadi, jika hati kita ingin selalu bahagia, maka kuncinya adalah mengenal Allah.
Jangan sampai penyesalan akan datang pada hati kita semua.sebab keadaan dan kondisi hati kita sekarang bisa menjadi cerminan di alam kubur kelak.seperti yang di sampaikan oleh Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitab zaid al- ma'na jilid 2 Halaman 187 - 188 yang isinya :
حال عبد في قبر كحال قلب في الصدر ،نعيما وعذابا. وسجنا وانطلاقا.فان أردت انتعرف حالك في قبرك فانظر إلى حال قلبك في صدرك.فاد كان قلبك ممتلءا بشاشة وسكينة وطهارة،فهذا حالك في قبرك باذن الله.والعكس صحيح.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!