Merawat Hati Agar Selamat

ED
Selasa, 31 Desember 2024 | 05:43 WIB
Bagikan
Merawat Hati Agar Selamat

Oleh Gus Basir

DALAM Islam, kesucian hati merupakan sifat utama yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Kesucian hati atau al-Iffah diartikan sebagai menjaga diri dari fitnah, tuduhan, dan memelihara kehormatan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesucian hati:

  • Menyadari dan menyesali kesalahan yang pernah dilakukan
  • Memohon ampunan kepada Allah SWT
  • Berjanji tidak mengulanginya
  • Memperbanyak amal shaleh
  • Memperkuat iman dan keyakinan kepada Allah SWT
  • Selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Membaca dan memahami Al-Qur'an.
  • Selalu Ber Dzikir / Mengingat Allah.

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari memiliki hati yang bersih, di antaranya:

  • Memiliki hubungan interpersonal yang baik,
  • Kesejahteraan emosional,
  • Menjadi teladan bagi orang lain.

Hati adalah elemen terpenting dalam diri manusia, yang menentukan kemuliaan atau kehinaannya. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka seluruh jasad menjadi baik. Namun, apabila segumpal darah itu rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, sesungguhnya segumpal darah itu adalah hati". (HR Bukhari).

Hati yang suci adalah hati yang dipenuhi dengan iman, hidayah, dan cahaya Ilahi. Di dalamnya terdapat luapan rindu, cinta, ketaatan, dan kepatuhan kepada Allah. Ia merupakan tempat bersemayam nilai-nilai kebaikan, seperti tawakal, sabar, qana'ah (puas), syukur, istiqamah (konsisten), tawadu' (rendah hati), santun, murah hati, pemaaf, husnuzzan (baik sangka), dan amanah (terpercaya). Ia terbebas dari belenggu kehinaan dan kenistaan, karena padanya tidak terdapat kekufuran, kemunafikan, kesombongan, tamak, rakus, hasad, dengki, riya, ujub (bangga terhadap diri), bakhil, khianat, dan cinta dunia.

Untuk mencapai kesucian, hati harus mengalami proses tazkiyah (pensucian) agar hati tidak diselimuti sifat-sifat tercela yang membuat hati menjadi:

1. Hati keras (Tersirat dalam Quran Surat An Nahl Ayat: 22)

الهكم اله واحد.فالذين لايؤمنون بالآخرة قلوبم منكرة،وهم مستكبرون.

"Tuhan mu adalah tuhan yang Maha Esa,Orang orang yang tidak beriman kepada Akherat hatinya mengingkari ( ke Esa an Allah ) mereka adalah orang orang yang sombong".

2. Hati buta (Tersirat dalam Quran surat Al Hajj:Ayat: 46)

أفلم يسيروا في الأرض فتكون لهم قلوب يعقلون بها اواذان يسمعون بها فانها لاتعى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور.

" Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada".

3. Hati sakit (Tersiray dalam quran Surat Baqarah:Ayat: 10)

في قلوبم مرض فزادهم الله مرضا.ولهم عذاب اليم.بماكانوا يكذبون.

" Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab yang sangat pedih karena mereka selalu berdusta".

4. Hati mati (Tersirat dalam Quran surat Baqarah :Ayat: 7)

ختم الله على قلوبهم وعلى سمعهم وعلى ابصارهم غشاوة ولهم عذاب عظيم.

"Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang sangat berat.

Apabila hati telah keras, buta, sakit, dan mati, maka hati tidak akan dapat menyerap ilmu dan hidayah Allah. Aktivitas tubuh menjadi pasif, tidak efektif, dan sia-sia. Sebab, hati tidak dapat memantulkan cahaya Ilahi dan tidak dapat berperan menjadi sumber inspirasi dan sosial kontrol bagi kerja tubuh.

Manusia yang memiliki hati rusak, akan menjadi manusia yang kehilangan martabat dan jati dirinya. Ia akan menjadi budak nafsu yang cenderung melakukan apa saja yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ia akan merampas hak orang lain, menindas, membunuh, memprovokasi, menghalalkan segala cara untuk mewujudkan kehendaknya, dan bahkan, ia menjadi manusia yang menebar penyakit dan bencana bagi penduduk

Ada tiga proses tazkiyah (pensucian) yang harus kita lakukan agar hati menjadi suci.

Pertama, muraqabah, yakni menumbuhkan keyakinan dan kesadaran dalam hati bahwa kita berada di bawah pengawasan Allah setiap saat. Allah mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati dan melihat setiap gerak dan langkah kita.

Kedua, muhasabah, yakni introspeksi diri. Kita harus mampu melakukan penyadaran terhadap diri kita melalui penghitungan amal dan perbuatan. tahap ini, kita harus memperbanyak tobat dan ampunan kepada Allah, serta berusaha untuk meningkatkan kualitas amal dan perbuatan kita.

Ketiga, mujahadah, yakni sebuah perjuangan spiritual (rohani) dengan mengerahkan segala potensi dalam rangka menjalankan tugas-tugas pengabdian kita kepada Allah, serta menyingkirkan setiap hambatan-hambatan yang berusaha menghalangi pengabdian kita kepada-Nya. Pada tahap ini, dibutuhkan istiqamah, ketekunan, dan kesabaran.

Kunci menggapai hati bahagia. Imam fakrurrazi Rahimahullah berkata :

قلب المؤمن منشرح بنور معرفة الله تعالى.والقلب اذا كان مملوء ا من هذه المعرفة لم يتسع للاحزان الواقعة بسبب أحوال الدنيا. اماقلب الجاهل فإنه خال عن معرفة الله تعالى.فلاجرم يصير مملوءا من الأحزان الواقعة بسبب مصاءب الدنيا.

" Hati orang mukmin itu bahagia sebab adanya cahaya mengenal pada Allah Ta'ala, padahal ketika hati itu dipenuhi oleh mengenal kepada Allah,maka ia tak akan muat lagi di isi oleh kesusahan kesusahan yang di akibatkan oleh keadaan dunia".

Sedangkan hati orang yang bodoh ( tentang Allah ), itu sepi dari mengenal kepada Allah Ta'ala, sehingga pasti akan dipenuhi dengan kesusahan kesusahan yang di akibatkan oleh cobaan cobaan duniawi.

Jadi, jika hati kita ingin selalu bahagia, maka kuncinya adalah mengenal Allah.

Jangan sampai penyesalan akan datang pada hati kita semua.sebab keadaan dan kondisi hati kita sekarang bisa menjadi cerminan di alam kubur kelak.seperti yang di sampaikan oleh Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitab zaid al- ma'na jilid 2 Halaman 187 - 188 yang isinya :

حال عبد في قبر كحال قلب في الصدر ،نعيما وعذابا. وسجنا وانطلاقا.فان أردت انتعرف حالك في قبرك فانظر إلى حال قلبك في صدرك.فاد كان قلبك ممتلءا بشاشة وسكينة وطهارة،فهذا حالك في قبرك باذن الله.والعكس صحيح.

" Keadaan seorang hamba di alam kubur, seperti keadaan hati didalam dada, sama persis, antara nikmat ataupun siksa, antara terpenjara atau merdeka. Maka jika engkau ingin mengenal seperti apa keadaanmu kelak didalam kuburmu, tengoklah kondisi hati dalam dadamu, jika hatimu penuh dengan kelembutan,ketenangan dan kesucian, maka seperti itu pula keadaanmu kelak di dalam kuburmu, dengan izin Allah, demikian pula sebaliknya".

Untuk itu mari kita rawat dan jaga kesucian hati kita dengan selalu mengenal Allah, perbanyak amal salih untuk bekal menghadap Robbil Izzati.

Mudah mudahan kita semua selau di jaga agar hati kuat menjalankan perintahnya dan kuat meninggalkan larangannya. Amiiin.

  • Gus Basir Ketua LBM MWC NU Jatitujuh & Pimpinan Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin, Sumur Wetan Cipaku, Jatitengah, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.