Merawat Hati Agar Selamat
4. Hati mati (Tersirat dalam Quran surat Baqarah :Ayat: 7)
ختم الله على قلوبهم وعلى سمعهم وعلى ابصارهم غشاوة ولهم عذاب عظيم.
"Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang sangat berat.
Apabila hati telah keras, buta, sakit, dan mati, maka hati tidak akan dapat menyerap ilmu dan hidayah Allah. Aktivitas tubuh menjadi pasif, tidak efektif, dan sia-sia. Sebab, hati tidak dapat memantulkan cahaya Ilahi dan tidak dapat berperan menjadi sumber inspirasi dan sosial kontrol bagi kerja tubuh.
Manusia yang memiliki hati rusak, akan menjadi manusia yang kehilangan martabat dan jati dirinya. Ia akan menjadi budak nafsu yang cenderung melakukan apa saja yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ia akan merampas hak orang lain, menindas, membunuh, memprovokasi, menghalalkan segala cara untuk mewujudkan kehendaknya, dan bahkan, ia menjadi manusia yang menebar penyakit dan bencana bagi penduduk
Ada tiga proses tazkiyah (pensucian) yang harus kita lakukan agar hati menjadi suci.
Pertama, muraqabah, yakni menumbuhkan keyakinan dan kesadaran dalam hati bahwa kita berada di bawah pengawasan Allah setiap saat. Allah mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati dan melihat setiap gerak dan langkah kita.
Kedua, muhasabah, yakni introspeksi diri. Kita harus mampu melakukan penyadaran terhadap diri kita melalui penghitungan amal dan perbuatan. tahap ini, kita harus memperbanyak tobat dan ampunan kepada Allah, serta berusaha untuk meningkatkan kualitas amal dan perbuatan kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!