Menyusuri Jejak Kediri, dari Lirboyo hingga Simpang Lima Gumul
Sore hari, Tim Gowes VISI.NEWS mengunjungi Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang berdiri sejak tahun 1817. Klenteng ini merupakan salah satu bangunan bersejarah masyarakat Tionghoa di Kediri.
Arsitektur khas dengan dominasi warna merah dan ornamen naga menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan destinasi sebelumnya. Kehadiran klenteng ini menunjukkan bahwa Kediri tumbuh sebagai kota yang dihuni berbagai komunitas dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam.
Perjalanan sehari menyusuri Kediri memberikan kesan mendalam bagi Tim Gowes VISI.NEWS. Dari pesantren legendaris, masjid kuno, museum, candi-candi peninggalan kerajaan, hingga monumen modern, semuanya membentuk mozaik sejarah yang utuh.
Kediri bukan hanya dikenal karena tahu kuningnya yang melegenda atau geliat industrinya yang terus berkembang. Lebih dari itu, kota ini adalah ruang besar tempat sejarah, budaya, agama, dan modernitas hidup berdampingan.
Napak tilas yang didukung Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kabupaten Bandung, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, PT. Pupuk Kujang, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bandung, Diskominfo Kabupaten Bandung, Bapenda, PT. BPR Kerta Raharja, dan Perumda Tirta Raharja ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Di balik setiap batu bata, lorong, dan bangunan kuno terdapat nilai-nilai perjuangan, toleransi, serta kebijaksanaan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!