Menyusuri Jejak Kediri, dari Lirboyo hingga Simpang Lima Gumul

ED
Senin, 22 Juni 2026 | 08:32 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | KEDIRI – Setelah menempuh perjalanan panjang melintasi jalur Jawa Timur, Tim Gowes VISI.NEWS akhirnya memasuki Kota Kediri, kota yang selama ini dikenal sebagai “Kota Tahu” sekaligus salah satu pusat industri dan peradaban penting di kawasan timur Pulau Jawa. Namun bagi para pesepeda, Kediri bukan sekadar kota perdagangan dan kuliner. Kota ini menyimpan lapisan sejarah panjang yang membentang dari era Kerajaan Kadiri, Majapahit, penyebaran Islam, hingga perkembangan masyarakat modern.

Perjalanan menyusuri Kediri menjadi pengalaman yang berbeda. Di setiap sudut kota, sejarah seolah hadir dalam bentuk bangunan kuno, situs purbakala, hingga pesantren yang masih hidup dan berkembang hingga kini.

Mengawali Jejak dari Ponpes Lirboyo

Destinasi pertama yang dikunjungi Tim Gowes VISI.NEWS adalah Pondok Pesantren Lirboyo di kawasan Mojoroto. Pesantren yang berdiri sejak tahun 1910 ini merupakan salah satu pesantren terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Didirikan oleh KH Abdul Karim, Lirboyo tumbuh dari sebuah surau sederhana hingga menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan ribuan ulama dan tokoh masyarakat. 

Memasuki kawasan pesantren, suasana religius begitu terasa. Aktivitas santri yang berlangsung hampir 24 jam menghadirkan gambaran nyata bagaimana tradisi pendidikan Islam klasik masih terjaga di tengah modernisasi. Bagi Tim Gowes VISI.NEWS, Lirboyo bukan hanya lembaga pendidikan, melainkan bagian penting dari sejarah sosial dan keagamaan Kediri.

Museum Airlangga, Menyimpan Warisan Kediri

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.