Menyusuri Jejak Kediri, dari Lirboyo hingga Simpang Lima Gumul
Perjalanan sejarah Islam Kediri berlanjut ke Masjid Al-Alawi di Banjarmlati. Masjid kuno yang diyakini berdiri sejak abad ke-17 ini menjadi salah satu peninggalan penting penyebaran Islam di wilayah Kediri. Bangunan tua dengan tiang-tiang kayu jati dan arsitektur tradisionalnya masih terawat hingga sekarang.
Masjid ini juga menjadi bagian dari kompleks pesantren tua Al-Alawi yang dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Kediri. Kehadirannya membuktikan bahwa perkembangan Islam di wilayah ini telah berlangsung selama ratusan tahun.
Menikmati Wajah Kota di Alun-alun dan Hutan Joyoboyo
Usai menyusuri situs-situs religius, Tim Gowes VISI.NEWS menikmati suasana kota di Alun-alun Kediri. Ruang publik yang menjadi pusat aktivitas warga ini tampak hidup sejak pagi hingga malam.
Tak jauh dari pusat kota, rombongan kemudian menuju Hutan Joyoboyo. Kawasan hijau yang menjadi paru-paru kota tersebut menawarkan suasana sejuk dan nyaman. Nama Joyoboyo sendiri mengingatkan masyarakat pada Raja Jayabaya, penguasa Kerajaan Kadiri yang terkenal dengan ramalan-ramalannya.
Di tengah rimbunnya pepohonan, para pesepeda memanfaatkan kesempatan untuk beristirahat sambil menikmati udara segar.
Simpang Lima Gumul, Ikon Modern Kediri
Perjalanan berikutnya mengarah ke Simpang Lima Gumul, ikon modern Kabupaten Kediri yang kerap disebut sebagai "Arc de Triomphe"-nya Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!