1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026

Menjelajahi Glodok: Kisah Ratusan Tahun Tersimpan di Balik Gang dan Vihara

Desi Rossilawati
Jumat, 3 Juli 2026 | 11:06 WIB
Bagikan
Menjelajahi Glodok: Kisah Ratusan Tahun Tersimpan di Balik Gang dan Vihara

Suasana vihara di kawasan Glodok, Jakarta./visi.news/traverse.id.

VISI.NEWS - Glodok selama ini dikenal sebagai pusat kuliner, perdagangan, dan kawasan Pecinan di Jakarta. Namun, di balik deretan toko tua, vihara, gereja, rumah-rumah bersejarah, serta lorong-lorong sempit, tersimpan jejak panjang perjalanan Batavia, komunitas Tionghoa, dan keberagaman yang membentuk wajah Jakarta selama ratusan tahun.

Dalam kegiatan media experience bertajuk Jalan Jajan: Petak ke Petak yang digelar Gojek di Jakarta, Kamis (25/6/2026), peserta diajak menyusuri kawasan Glodok dipandu oleh Abimantra Pradhana, Founder SANA Kenal Kota.

Menurut Abimantra, Glodok bukan sekadar destinasi kuliner, melainkan bagian penting dari sejarah perkembangan Jakarta.

"Kalau enggak ada Glodok, keragaman itu enggak akan ada," kata Abimantra dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, sejarah Glodok tidak dapat dipisahkan dari kawasan Kota Tua dan Batavia. Benteng Batavia mulai dibangun pada 1619 dan pada masa itu menjadi pusat kota yang dihuni masyarakat Belanda serta komunitas Tionghoa, sementara kelompok etnis lainnya menetap di kampung-kampung di luar tembok kota.

Dari perkembangan tersebut lahir berbagai kawasan permukiman yang dikenal berdasarkan asal komunitasnya, seperti Kampung Bugis dan Kampung Ambon.

Glodok kemudian berkembang sebagai kawasan Pecinan di luar benteng Batavia. Wilayah ini juga menyimpan catatan sejarah penting, termasuk peristiwa Geger Pecinan pada 1740 yang menjadi salah satu babak kelam dalam sejarah komunitas Tionghoa di Batavia.

Setelah peristiwa tersebut, masyarakat Tionghoa kembali membangun kehidupan di kawasan Glodok. Gang-gang yang kini tampak padat dan berliku merupakan hasil perkembangan kawasan yang berlangsung secara alami selama berabad-abad.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.