Mengamalkan Ataqah Shugra dan Kubra
Dari keterangan di atas, apabila kita mengikuti pendapat Ibnu Rif’ah yang juga dikuatkan oleh ulama yang lain, maka pembacaan surat Yasin yang pahalanya dihadiyahkan untuk mayit itu lebih afdhal (utama) jika dibandingkan dengan Ataqahan. Namun jika kita mengikuti pendapat yang lain, maka Ataqahan lebih afdhal dibandingkan dengan pembacaan surat Yasin dengan memandang kaidah fiqhiyah sebagai berikut:
مَا كَانَ أَكْثَرَ فِعْلًا كَانَ أَكْثَرَ فَضْلًا
Artinya: “Setiap perkara yang lebih banyak jerih payahnya maka lebih banyak keutamaannya (pahalanya)”.
Karena pembacaan surat al-Ikhlas sebanyak seratus ribu kali atau “Lâ ilâha illallâh“ sebanyak tujuh puluh ribu kali (70.000 x) itu lebih lama dan lebih banyak jerih payahnya dibanding dengan membaca surat Yasin yang hanya dibaca sekali, maka Ataqahan lebih afdhal dari pada pembacaan surat Yasin. Wallahu a’lam.
- Gus Basir Ketua LBM MWC NU Jatitujuh & Pimpinan Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin, Sumur Wetan Cipaku, Jatitengah, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!