Mengamalkan Ataqah Shugra dan Kubra
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (اقْرَءُوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يَس) رواه أحمد والنسائي وابن حبان وأبو داود.
Artinya, Bersabda Rasulullah saw: ‘Bacalah atas orang-orangmu yang telah mati akan surat Yasin.
Akan tetapi sebagian ulama dalam hal ini berbeda pendapat seperti yang telah disampaikan oleh Imam Muhammad al-Ramli sebagai berikut:
( وَيُقْرَأُ عِنْدَهُ ) سُورَةُ ( يس ) نَدْبًا لِخَبَرِ { أَقْرَءُوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس } أَيْ مَنْ حَضَرَهُ مُقَدِّمَاتُ الْمَوْتِ ؛ لِأَنَّ الْمَيِّتَ لَا يُقْرَأُ عَلَيْهِ ، خِلَافًا لِمَا أَخَذَ بِهِ ابْنُ الرِّفْعَةِ كَبَعْضِهِمْ مِنْ الْعَمَلِ بِظَاهِرِ الْخَبَرِ وَلَك أَنْ تَقُولَ : لَا مَانِعَ مِنْ إعْمَالِ اللَّفْظِ فِي حَقِيقَتِهِ وَمَجَازِهِ ، فَحَيْثُ قِيلَ يُطْلَبُ الْقِرَاءَةُ عَلَى الْمَيِّتِ كَانَتْ يس أَفْضَلُ مِنْ غَيْرِهَا أَخْذًا بِظَاهِرِ هَذَا الْخَبَرِ ، وَكَانَ مَعْنَى لَا يُقْرَأُ عَلَى الْمَيِّتِ : أَيْ قَبْلَ دَفْنِهِ ، إذْ الْمَطْلُوبُ الْآنَ الِاشْتِغَالُ بِتَجْهِيزِهِ
Artinya: Disunahkan membacakan surat Yasin kepada orang yang mau meninggal, berdasarkan hadits: “Bacalah atas orang-orangmu surat Yasin”. Maksudanya adalah orang-orang yang akan mati, sebab sesungguhnya orang yang telah mati tidak disunahkan dibacakan Yasin. Ini berbeda dengan pendapat Imam Ibnu Rif’ah seperti halnya sebagian ulama yang lain dengan mengamalkan zahir hadits. Kamu boleh mengatakan: “Tidak ada larangan mengamalkan hakikat lafadz dan majaznya, dari sini jika pembacaan atas mayit dianjurkan, maka pembacaan Yasin itu lebih utama berdasarkan zahir hadits ini”. (Imam Muhammad al-Ramli, Nihayah al-Muhtaj, juz 8, hal. 31).
Intinya adalah bahwa sebagian dari mereka mengatakan bahwa makna hadits tersebut adalah: “Bacalah surat Yasin atas orang-orangmu yang mendekati kematian. Bukan atas orang-orangmu yang telah mati.”
Sedangkan Ibnu Rif’ah seperti halnya sebagian ulama yang lain yang memandang dari sisi zahir hadist di atas mengatakan bahwa kesunahan membaca surat Yasin juga bisa diperuntukkan kepada mereka yang telah mati. Ibnu Rif’ah juga menegaskan bahwa pembacaan suratYasin untuk mayit itu lebih utama dibandingkan dengan bacaan-bacaan atau dzikir-dzikir yang lain.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!