Indonesia On Fire, Herdman Soroti Finis Mematikan 2 Aug 2026 IKEA Kampanyekan "Luangkan Ruang" untuk Hunian Lebih Nyaman 2 Aug 2026 Jangan Cuma Beli Rumah! Ini Dana Perawatan yang Wajib Disiapkan Setiap Bulan 2 Aug 2026 Menaker: Penyandang Disabilitas Berhak Bekerja, Bukan Sekadar Dikasi Belas Kasihan 2 Aug 2026 CUKTECH 6 Ultra Charger Meluncur di Indonesia, Charger 100W GaN dengan Layar AI 2 Aug 2026 BMKG: Bandung Cerah Sepanjang Minggu, Suhu Sejuk 19–30 Derajat 2 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 Indonesia On Fire, Herdman Soroti Finis Mematikan 2 Aug 2026 IKEA Kampanyekan "Luangkan Ruang" untuk Hunian Lebih Nyaman 2 Aug 2026 Jangan Cuma Beli Rumah! Ini Dana Perawatan yang Wajib Disiapkan Setiap Bulan 2 Aug 2026 Menaker: Penyandang Disabilitas Berhak Bekerja, Bukan Sekadar Dikasi Belas Kasihan 2 Aug 2026 CUKTECH 6 Ultra Charger Meluncur di Indonesia, Charger 100W GaN dengan Layar AI 2 Aug 2026 BMKG: Bandung Cerah Sepanjang Minggu, Suhu Sejuk 19–30 Derajat 2 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026

Menaker: Penyandang Disabilitas Berhak Bekerja, Bukan Sekadar Dikasi Belas Kasihan

ED
PN
Minggu, 2 Agustus 2026 | 07:47 WIB
Bagikan
Menaker: Penyandang Disabilitas Berhak Bekerja, Bukan Sekadar Dikasi Belas Kasihan

VISI.NEWS – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif harus dimulai dengan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, untuk bekerja, mengembangkan kompetensi, dan membangun karier sesuai kemampuan yang dimiliki.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu menghadirkan kesempatan kerja yang adil bagi semua lapisan masyarakat.

"Penyandang disabilitas bukan objek belas kasihan. Mereka adalah subjek pembangunan yang memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa sesuai kompetensi yang dimiliki," tegas Yassierli.

Ia menilai paradigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas harus berubah. Fokus utama bukan lagi melihat keterbatasan yang dimiliki seseorang, melainkan potensi, kemampuan, dan kompetensi yang dapat dikembangkan di dunia kerja.

Menurut Yassierli, dunia kerja yang inklusif akan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkeadilan.

Tantangan Penyandang Disabilitas Masih Besar

Menaker mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam memasuki pasar kerja masih sangat besar, baik di Indonesia maupun secara global.

Mengutip data International Labour Organization (ILO) yang dipaparkan dalam Global Disability Summit 2025, tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas di dunia masih sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kelompok non-disabilitas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.