Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Mediterania Barat Dilanda Gelombang Panas Luar Biasa, Ekosistem Laut Terancam

ED
Jumat, 29 Juli 2022 | 17:40 WIB
Bagikan
Mediterania Barat Dilanda Gelombang Panas Luar Biasa, Ekosistem Laut Terancam

Menurut badan ilmu iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa, gelombang panas laut telah berlipat ganda frekuensinya secara global sejak tahun 1980.

Kematian, spesies invasif

Meskipun Mediterania hanya mencakup satu persen dari luas permukaan laut Bumi, itu berisi hampir 20% dari semua spesies laut yang dikenal . Sebuah studi yang diterbitkan bulan ini di jurnal Global Change Biology menemukan bahwa Mediterania telah mengalami lima tahun berturut-turut peristiwa kematian massal antara 2015-2019.

Pusat penelitian CNRS Perancis telah mencatat bahwa gelombang panas laut pada tahun 1999, 2003 dan 2006 menyebabkan kematian massal untuk beberapa spesies, terutama Posidonia, genus tanaman berbunga.

"Kami dapat memprediksi dampak utama pada organisme tetap seperti tanaman atau karang," kata Charles-Francois Boudouresque, ahli ekologi laut di Universitas Aix-Marseille.

Namun, beberapa spesies ikan seperti barakuda dapat menjadi lebih melimpah di perairan Mediterania utara. Boudouresque mengatakan beberapa spesies yang datang melalui Terusan Suez dari Laut Merah bisa menjadi masalah "dalam lima sampai 10 tahun." Ini termasuk rhopilema – ubur-ubur herbivora – dan ikan kelinci, yang digambarkan Boudouresque sebagai "sangat rakus" sudah berlimpah di Mediterania timur.

Kemunculannya di perairan barat akan mengancam hutan alga yang berfungsi sebagai pembibitan berbagai jenis ikan. Rhopilema juga dapat menyengat perenang dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

Karena hanya sedikit yang dapat dilakukan pemerintah setelah gelombang panas laut terjadi, Von Schuckmann mengatakan tindakan terbaik adalah mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.