PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026

Mediterania Barat Dilanda Gelombang Panas Luar Biasa, Ekosistem Laut Terancam

ED
Jumat, 29 Juli 2022 | 17:40 WIB
Bagikan
Mediterania Barat Dilanda Gelombang Panas Luar Biasa, Ekosistem Laut Terancam

VISI.NEWS | MEDITERANIA - Gelombang panas laut "luar biasa" mencengkeram Mediterania barat dengan suhu permukaan hingga 5 derajat Celcius (41 derajat Fahrenheit) lebih panas dari rata-rata, menurut para ahli yang dihubungi oleh AFP, dilansir dailysabah.com..

Meskipun gelombang panas yang memecahkan rekor yang membakar Eropa utara dan Inggris bulan ini telah mereda, para ahli mengatakan suhu yang terus-menerus lebih panas dari biasanya di Mediterania menjadi ancaman bagi seluruh ekosistem laut.

"Gelombang panas laut yang besar ini dimulai pada Mei di laut Liguria antara Corsica dan Italia," kata Karina von Schuckmann, ahli kelautan di kelompok riset nirlaba Mercator Ocean International.

Dia mengatakan itu kemudian menyebar ke Teluk Taranto di Laut Ionia. Pada bulan Juli, gelombang panas telah melanda Kepulauan Balearic, Sardinia dan Laut Tyrrhenian.

"Peta anomali suhu permukaan menunjukkan lebih tinggi dari nilai normal, dalam urutan +4 hingga +5 derajat Celcius dari timur Kepulauan Balearic hingga timur Corsica," kata Mercator dalam sebuah pernyataan.

Sementara manusia mungkin menemukan suhu air yang lebih hangat menyenangkan di tempat-tempat wisata di Mediterania barat, kelompok itu memperingatkan bahwa "pemanasan laut berdampak pada seluruh ekosistem."

"Penting untuk mewaspadai kemungkinan konsekuensi bagi fauna dan flora lokal, serta terjadinya peristiwa cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana alam," katanya.

Von Schuckmann mengatakan suhu hangat yang tidak biasa dapat menyebabkan migrasi yang tidak dapat diubah untuk beberapa spesies dan "kematian massal" untuk yang lain. Dia mencatat efek knock-on untuk industri seperti pariwisata dan perikanan, yang bergantung pada kondisi air yang menguntungkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.