VISI | Bijak Bermedia Sosial: Antara Regulasi dan Realitas
Oleh Drajat
- Guru
- Doktor Ilmu Pendidikan
- Wasekjen Komnasdik
- Hipnoterapis Transformasi Indonesia
- Mindshaper Nusantara
- APKS PGRI Prov. Jabar
KEBIJAKAN pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika patut diapresiasi. Di tengah kekhawatiran yang semakin nyata terhadap dampak negatif dunia digital, langkah ini setidaknya menunjukkan adanya kesadaran negara untuk melindungi generasi muda.
Namun, sebagaimana kebijakan-kebijakan sebelumnya, pertanyaan mendasarnya bukan lagi pada apa yang dibuat, melainkan apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Apakah kebijakan ini akan dijalankan dengan sungguh-sungguh? Ataukah kembali menjadi deretan regulasi yang indah di atas kertas, tetapi lemah dalam implementasi?
Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa media sosial telah menjadi “ruang hidup kedua” bagi anak-anak. Bahkan, bagi sebagian dari mereka, dunia digital justru lebih nyata daripada dunia sekitarnya.
Ironisnya, kondisi ini tidak terjadi begitu saja. Ia tumbuh dalam ruang yang dibiarkan longgar minim kontrol, minim literasi, dan minim keteladanan.
Di sekolah, tidak sulit menemukan peserta didik yang lebih fokus pada layar gawai dibandingkan penjelasan guru. Waktu belajar tersita, konsentrasi menurun, dan interaksi sosial menjadi semakin dangkal.
Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak di antara mereka yang terpapar konten yang belum layak dikonsumsi. Namun, alih-alih menjadi alarm bersama, kondisi ini sering kali dianggap sebagai “hal biasa”. Di sinilah persoalan sebenarnya: kita terlalu lama menormalisasi sesuatu yang seharusnya dikritisi.
Kebijakan pembatasan usia sejatinya bukan hal baru dalam praktik global. Banyak negara telah lebih dulu menerapkannya sebagai bentuk perlindungan terhadap anak. Namun, keberhasilan kebijakan semacam ini tidak ditentukan oleh keberadaannya, melainkan oleh ketegasan dan konsistensi dalam pelaksanaannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!