Media Sosial: Penggerak Penjualan Makanan Organik di Hari Pangan Sedunia
Konsumsi berkelanjutan
Kepedulian terhadap lingkungan juga memainkan peran penting dalam mendorong konsumsi makanan organik. Konsumen menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan dari pertanian konvensional, yang bergantung pada bahan kimia berbahaya yang menurunkan kesehatan tanah dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Pertanian organik, di sisi lain, meningkatkan keanekaragaman hayati, konservasi tanah, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Penelitian ini menyoroti peningkatan signifikan dalam diskusi yang menghubungkan konsumsi makanan organik dengan keberlanjutan, terutama sehubungan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 13 (Aksi Iklim).
Studi ini juga menemukan perbedaan penting dalam distribusi geografis diskusi mengenai makanan organik. Sebelum pandemi, sebagian besar pembicaraan terfokus di Amerika Utara dan Eropa.
Namun, pascapandemi, terjadi peningkatan diskusi yang signifikan di negara-negara Asia, khususnya di Tiongkok dan India, dimana konsumsi makanan organik belum tersebar luas.
Pandemi ini juga memperluas profil demografi konsumen makanan organik, dengan generasi muda dan distribusi gender yang lebih seimbang menjadi pendorong tren ini. Biaya tinggi, ketersediaan terbatas
Meskipun peningkatan konsumsi makanan organik memberikan prospek positif bagi kesehatan dan keberlanjutan global, penelitian ini juga menyoroti beberapa tantangan.
Masalah yang signifikan adalah tingginya harga pangan organik, yang terus menjadi hambatan bagi banyak konsumen.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!