Media Sosial: Penggerak Penjualan Makanan Organik di Hari Pangan Sedunia
Namun, ketika Covid-19 melanda, terjadi peningkatan dramatis dalam diskusi media sosial tentang makanan organik, dengan jumlah penyebutan yang meningkat dari 12.000 menjadi 40.000 per bulan, terutama selama gelombang besar pandemi ini.
Ketakutan akan infeksi, ditambah dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai keamanan dan kekebalan pangan, memicu lonjakan ini.
Konsumen menjadi lebih sadar akan apa yang mereka makan dan mencari pilihan yang lebih sehat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.
Makanan organik, bebas dari pestisida sintetik, organisme hasil rekayasa genetika (GMO), dan pupuk berbahaya, menawarkan pilihan yang lebih aman dan sehat.
Studi ini menemukan bahwa 80 persen diskusi media sosial pascapandemi bersifat positif, menekankan istilah-istilah seperti “imunitas”, “perlindungan”, dan “peningkatan”.
Pergeseran sentimen ini juga tercermin dalam perilaku di dunia nyata, dengan peningkatan signifikan dalam penjualan produk organik secara global. .
Di negara-negara seperti AS, Jerman, dan Jepang, permintaan buah-buahan organik, sayuran, dan produk susu melonjak, mencerminkan semakin besarnya preferensi konsumen terhadap makanan organik.
Pergeseran ini bukan sekedar respons sekilas terhadap krisis yang terjadi saat ini, namun mencerminkan kesadaran yang lebih dalam dan semakin meningkat akan kesehatan, keberlanjutan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!