Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026

VISI | Bijak Bermedia Sosial: Antara Regulasi dan Realitas

Desi Rossilawati
Senin, 30 Maret 2026 | 07:29 WIB
Bagikan
VISI | Bijak Bermedia Sosial: Antara Regulasi dan Realitas

Oleh Drajat

KEBIJAKAN pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika patut diapresiasi. Di tengah kekhawatiran yang semakin nyata terhadap dampak negatif dunia digital, langkah ini setidaknya menunjukkan adanya kesadaran negara untuk melindungi generasi muda.

Namun, sebagaimana kebijakan-kebijakan sebelumnya, pertanyaan mendasarnya bukan lagi pada apa yang dibuat, melainkan apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Apakah kebijakan ini akan dijalankan dengan sungguh-sungguh? Ataukah kembali menjadi deretan regulasi yang indah di atas kertas, tetapi lemah dalam implementasi?

Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa media sosial telah menjadi “ruang hidup kedua” bagi anak-anak. Bahkan, bagi sebagian dari mereka, dunia digital justru lebih nyata daripada dunia sekitarnya.

Ironisnya, kondisi ini tidak terjadi begitu saja. Ia tumbuh dalam ruang yang dibiarkan longgar minim kontrol, minim literasi, dan minim keteladanan.

Di sekolah, tidak sulit menemukan peserta didik yang lebih fokus pada layar gawai dibandingkan penjelasan guru. Waktu belajar tersita, konsentrasi menurun, dan interaksi sosial menjadi semakin dangkal.

Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak di antara mereka yang terpapar konten yang belum layak dikonsumsi. Namun, alih-alih menjadi alarm bersama, kondisi ini sering kali dianggap sebagai “hal biasa”. Di sinilah persoalan sebenarnya: kita terlalu lama menormalisasi sesuatu yang seharusnya dikritisi.

Kebijakan pembatasan usia sejatinya bukan hal baru dalam praktik global. Banyak negara telah lebih dulu menerapkannya sebagai bentuk perlindungan terhadap anak. Namun, keberhasilan kebijakan semacam ini tidak ditentukan oleh keberadaannya, melainkan oleh ketegasan dan konsistensi dalam pelaksanaannya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.