Manfaat Wisata Alam dan Liburan Keluarga untuk Kesehatan Mental
Bagaimana bila peserta wisata ada yang berusia senja sehingga tidak memungkinkan lagi untuk beraktivitas fisik seperti orang yang berusia muda? Bila orang yang berwisata adalah lansia, maka aktivitas perjalanan memegang peranan penting untuk optimalisasi kesehatannya.
Kaum lansia memang rentan mengalami depresi mental ketika kesepian melanda kehidupan mereka. Salah satu solusi yang direkomendasikan peneliti untuk mengatasi gangguan mental pada lansia tersebut adalah dengan terapi rekreasional. Apabila dimungkinkan untuk menempuh jarak perjalanan yang proporsional, travelling untuk lansia ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan mental.
Hasil penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pola perjalanan dalam hal jarak secara signifikan terkait dengan pengatasan kesepian, depresi, dan fungsi kognitif pada lansia. Perjalanan jarak jauh berhubungan positif dengan fungsi kognitif yang lebih tinggi dan pengurangan gejala depresi, bersama dengan tingkat kesepian yang lebih rendah.
Penelitian tersebut memperkuat gagasan bahwa perjalanan wisata berpotensi sebagai upaya terapi depresi. Perjalanan wisata dapat bertindak sebagai katalisator untuk peningkatan kesehatan kognitif dan mental dengan menawarkan peluang untuk meningkatkan koneksi sosial dan membentuk hubungan baru pada lansia.
Temuan tentang hubungan antara partisipasi dalam perjalanan wisata rekreasi dan kesehatan mental berkontribusi pada kumpulan bukti yang mendukung nilai terapeutik travelling dalam meningkatkan penuaan sehat. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan keseluruhan pada orang dewasa yang lebih tua (Cole dkk, 2024, Exploring the Relationship of Leisure Travel with Loneliness, Depression, and Cognitive Function in Older Adults, Int. J. Environ. Res. Public Health, 21(4), 498).
Gagasan rekreasi untuk mengatasi depresi tersebut sejalan dengan pendapat seorang ulama klasik dalam bidang pengobatan islami yaitu Ibnu Sina. Dalam beberapa kasus, Ibnu Sina berpendapat bahwa bepergian ke kota lain atau mengubah lokasi tempat tinggal dapat menjadi terapi efektif pada jenis penyakit mental seperti depresi (Khodaei dkk, 2017, Avicenna: The Pioneer in Treatment of Depression, Transylvanian Review, Vol. 25, No. 17: halaman 4377-4389).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!