‎Makna dan Semangat Berkurban: Menumbuhkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Desi Rossilawati
Senin, 26 Mei 2025 | 15:20 WIB
Bagikan
‎Makna dan Semangat Berkurban: Menumbuhkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

VISI.NEWS | BANDUNG - Hari Raya Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, memiliki makna filosofis yang mendalam baik dari segi spiritual maupun sosial. Ibadah kurban bukan semata penyembelihan hewan, melainkan cerminan dari keikhlasan, kepatuhan, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semangat berkurban mengajarkan nilai pengorbanan, solidaritas, dan empati, yang relevan dalam kehidupan pribadi maupun dalam konteks sosial kemasyarakatan, termasuk bagi para aparatur penegak hukum seperti insan Adhyaksa.

‎Mengutip khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Drs. H. Nurul Yaqin Ishaq, Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), di Masjid An-Nahdlah, Jakarta, ia menyatakan bahwa ibadah kurban memberi pesan penting kepada umat Islam agar senantiasa bekerja keras dan termotivasi untuk berkurban. Sekaya apa pun manusia, jika tak memiliki motivasi untuk berkurban, maka bukan mustahil dia tidak akan melakukannya.

‎Menurut Yaqin, motivasi yang disertai kerja keras adalah kunci dalam pelaksanaan ibadah kurban. Ia mencontohkan seorang nenek dan cucunya yang secara ekonomi terbatas, namun tetap berusaha keras mengumpulkan rezeki dari pekerjaan memulung demi bisa melaksanakan kurban. Kisah ini menunjukkan bahwa kurban bukan hanya milik orang kaya, tetapi milik semua umat yang memiliki niat dan semangat ikhlas berkorban.

‎Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Yaqin menjelaskan bahwa siapa pun yang diberi kelapangan rezeki, maka dianjurkan untuk berkurban. Kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail AS, menjadi simbol kepatuhan tanpa syarat kepada perintah Allah SWT. Di sinilah unsur kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya melalui ibadah kurban melebihi kepatuhannya kepada siapapun dan apapun.

‎Menurut Al-Qur’an dalam QS. Al-Kautsar ayat 1-2, Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Ayat ini menunjukkan bahwa berkurban merupakan bentuk syukur atas limpahan nikmat yang diberikan Allah. Bahkan dalam QS. An-Nahl ayat 18, Allah menegaskan bahwa manusia tidak akan sanggup menghitung nikmat-nikmat-Nya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.