Makanan Pedas Bisa Bakar Kalori? Ini Penjelasannya
Ilustrasi./visi.news/helo sehat.
Dengan demikian, makanan pedas memang dapat membuat tubuh menggunakan sedikit lebih banyak energi. Namun, mengonsumsi makanan pedas tidak berarti tubuh secara otomatis membakar kalori dalam jumlah besar.
Bisa Memengaruhi Nafsu Makan
Selain thermogenesis, capsaicin juga diteliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap nafsu makan.
Sebuah meta-analisis terhadap sejumlah penelitian menemukan konsumsi capsaicinoid sebelum makan berhubungan dengan penurunan asupan energi dalam satu kali makan. Rata-rata penurunannya sekitar 74 kilokalori.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut memiliki variasi yang cukup tinggi sehingga temuannya tetap perlu ditafsirkan secara hati-hati.
Artinya, potensi manfaat makanan pedas dalam pengelolaan berat badan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi yang sedikit lebih tinggi, tetapi juga kemungkinan pengaruh rasa pedas terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi.
Semakin Pedas Tidak Berarti Semakin Banyak Kalori Terbakar
Menambahkan lebih banyak cabai tidak otomatis membuat pembakaran kalori meningkat secara signifikan.
Efek capsaicin dapat dipengaruhi oleh jumlah yang dikonsumsi, bentuk makanan, serta kondisi masing-masing orang.
Penelitian terbaru yang diterbitkan pada 2026 juga menunjukkan efek capsaicin terhadap pengeluaran energi dalam jangka panjang masih relatif kecil. Bukti yang ditemukan lebih konsisten terkait peningkatan oksidasi lemak dibandingkan peningkatan pengeluaran energi secara keseluruhan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!