Lezatnya Coklat Desa Putat Bisa Mendekati Belgia, Ini yang Dilakukan Petani
VISI.NEWS | SOLO - Popularitas Indonesia sebagai salah satu di antara negara penghasil kakao, tidak bisa seperti Swiss, Belgia atau Italia yang hasil olahan coklatnya dikenal sebagai coklat terlezat di dunia.
Padahal, di Indonesia terdapat banyak perkebunan kakao yang terhampar di berbagai daerah, dengan ciri khas citarasa yang berbeda-beda di setiap daerah. Bahkan, di antara biji kakao berkualitas tinggi yang merupakan bahan baku utama pembuatan coklat yang diproduksi di Swiss, Belgia dan Italia ada yang berasal dari Indonesia.
Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, salah seorang peneliti kakao yang sehari-hari merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP-UNS) Solo, menguak problematik yang dihadapi para petani kakao sambil melakukan pembinaan teknis budidaya kakao di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), agar menghasilkan biji kakao berkualitas prima.
Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, merupakan salah satu daerah di Tanah Air penghasil kakao dari lahan seluas 11 hektar dengan populasi tanaman 10.000 batang pohon kakao, yang dikelola "Kelompok Tani Sidodadi" pimpinan Edy Suparjono.
Sebelum Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, bersama tim pengabdian masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, yaitu Guzti Fauza, PhD, dan Dian R. Affandi, STP, MP, masuk ke Desa Putat, para petani kakao menjual sebagian besar hasil panennya dalam bentuk biji kakao kering non-fermentasi atau terfermentasi dengan nilai tambah produk yang relatif kecil.
"Pada tahun 2019, para pemuda Desa Putat mendirikan unit usaha start-up pengolahan kakao, dengan nama UKM Semesta Rasa, yang dipimpin Panggih Triatmoko. Unit usaha itu untuk meningkatkan nilai tambah produk kakao yang dihasilkan di desanya," ujar Dr. Dimas kepada wartawan di LPPM, Sabtu (23/7/2022).
Peneliti kakao yang meraih gelar doktor dengan disertasi tentang seluk-beluk kakao di Belgia tersebut, memaparkan, para pendiri UKM Semesta Rasa sebenarnya merupakan anak-anak para petani di Desa Putat. UKM yang menekuni bisnis kakao itu, dia anggap sebagai lini hilir dari Kelompok Tani Sido Dadi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!