Ledakan AI di Ruang Operasi Picu Kekhawatiran: Laporan Cedera Meningkat, Pengawasan Dipertanyakan

ED
Selasa, 10 Februari 2026 | 13:05 WIB
Bagikan
Ledakan AI di Ruang Operasi Picu Kekhawatiran: Laporan Cedera Meningkat, Pengawasan Dipertanyakan

VISI.NEWS | BANDUNG - Gelombang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam perangkat medis bedah yang digadang-gadang sebagai terobosan justru memunculkan tanda tanya baru soal keselamatan pasien. Di tengah optimisme bahwa teknologi ini dapat meningkatkan akurasi dokter, laporan kerusakan alat, dugaan salah identifikasi anatomi tubuh, hingga cedera serius mulai bermunculan di Amerika Serikat.

Sorotan tajam mengarah pada TruDi Navigation System, perangkat navigasi bedah sinus yang awalnya dipasarkan tanpa AI dan kemudian ditingkatkan dengan algoritma pembelajaran mesin. Sistem ini membantu dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan memetakan posisi instrumen bedah di dalam kepala pasien secara real-time. Namun setelah fitur AI ditambahkan pada 2021, jumlah laporan masalah yang masuk ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) meningkat drastis.

Sebelum integrasi AI, FDA hanya menerima tujuh laporan malfungsi dan satu laporan cedera pasien terkait perangkat tersebut. Setelah AI diterapkan, tercatat sedikitnya 100 laporan malfungsi dan kejadian tidak diinginkan, dengan sedikitnya 10 pasien dilaporkan mengalami cedera antara akhir 2021 hingga November 2025. Sebagian besar laporan menyebut sistem navigasi memberi informasi lokasi instrumen yang keliru saat operasi berlangsung.

Dalam salah satu laporan, cairan serebrospinal dilaporkan bocor dari hidung pasien. Kasus lain menyebut dasar tengkorak pasien tertusuk secara tidak sengaja. Dua pasien lain dilaporkan mengalami stroke setelah arteri utama terluka saat prosedur.

FDA menegaskan bahwa laporan insiden perangkat medis sering kali tidak lengkap dan tidak dimaksudkan untuk menetapkan penyebab pasti suatu kejadian medis. Artinya, belum jelas sejauh mana AI berperan langsung dalam insiden-insiden tersebut.

Meski begitu, dua korban stroke menggugat di Texas dengan tuduhan bahwa teknologi AI dalam sistem TruDi berkontribusi pada cedera mereka.

Salah satu gugatan menyatakan, “Produk ini bisa dibilang lebih aman sebelum perubahan perangkat lunak untuk memasukkan kecerdasan buatan dibandingkan setelah modifikasi tersebut diterapkan.”

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.