Lebaran BBA Penuh Makna, Khutbah Persaudaraan dan Zakat Tembus Rp18 Juta
VISI.NEWS | BANDUNG - Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Kabupaten Bandung, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan pada Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga memadati area lapangan dan sekitar Masjid Al Muttaqien untuk menunaikan salat Id bersama, mencerminkan semangat kebersamaan di momen hari kemenangan.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah H. Muslichudin, yang juga menjabat Ketua DKM Al Muttaqien/Musholla Al Ikhlas. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang pentingnya menjaga ketakwaan, mempererat persaudaraan, serta menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperbaiki diri.
Sebelum pelaksanaan salat Id, pengurus DKM setempat, Arief Nugraha, menyampaikan laporan penerimaan dan penyaluran zakat kepada jamaah. Ia mengungkapkan bahwa total penghimpunan zakat, infak, fidyah, dan zakat mal tahun ini mencapai Rp18.013.000.
Baca juga Kalau Kita Ingin Keluarga yang Bahagia, Ikuti Nabi IbrahimAep S. Abdullah Sampaikan Khutbah Idul Fitri: Keberagaman adalah Sunatullah
DKM Al Muttaqin BBA Gelar Ifthar Jama’i dan Santunan untuk Kaum DhuafaRinciannya meliputi zakat dalam bentuk uang sebesar Rp13.628.000 serta zakat berupa beras sebanyak 402,5 kilogram. Selain itu, infak yang terkumpul mencapai Rp3.135.000, fidyah sebesar Rp1.100.000, dan zakat mal sebesar Rp150.000. Seluruh dana dan bantuan tersebut telah dikelola dan disalurkan oleh panitia secara transparan.
Arief menjelaskan bahwa total penerima manfaat (mustahiq) mencapai 186 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 orang merupakan warga dalam Komplek BBA, sementara 88 lainnya berasal dari luar lingkungan komplek. Capaian tahun ini meningkat hampir 30 persen dibandingkan Idulfitri 2025, yang menunjukkan meningkatnya kepedulian sosial masyarakat.
Muslichudin: Jaga Persatuan, Toleransi dan Saling Menghormati
Dalam khutbahnya, Ustadz H. Muslichudin mengawali dengan ajakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT di bulan Syawal. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjalani Ramadan harus dibuktikan dengan konsistensi dalam menjalankan ibadah dan menjauhi larangan-Nya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!