Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026

Lebaran BBA Penuh Makna, Khutbah Persaudaraan dan Zakat Tembus Rp18 Juta

ED
Sabtu, 21 Maret 2026 | 06:38 WIB
Bagikan
Lebaran BBA Penuh Makna, Khutbah Persaudaraan dan Zakat Tembus Rp18 Juta

VISI.NEWS | BANDUNG - Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Kabupaten Bandung, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan pada Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga memadati area lapangan dan sekitar Masjid Al Muttaqien untuk menunaikan salat Id bersama, mencerminkan semangat kebersamaan di momen hari kemenangan.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah H. Muslichudin, yang juga menjabat Ketua DKM Al Muttaqien/Musholla Al Ikhlas. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang pentingnya menjaga ketakwaan, mempererat persaudaraan, serta menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperbaiki diri.

Sebelum pelaksanaan salat Id, pengurus DKM setempat, Arief Nugraha, menyampaikan laporan penerimaan dan penyaluran zakat kepada jamaah. Ia mengungkapkan bahwa total penghimpunan zakat, infak, fidyah, dan zakat mal tahun ini mencapai Rp18.013.000.

Baca juga Kalau Kita Ingin Keluarga yang Bahagia, Ikuti Nabi Ibrahim

Aep S. Abdullah Sampaikan Khutbah Idul Fitri: Keberagaman adalah Sunatullah

DKM Al Muttaqin BBA Gelar Ifthar Jama’i dan Santunan untuk Kaum Dhuafa

Rinciannya meliputi zakat dalam bentuk uang sebesar Rp13.628.000 serta zakat berupa beras sebanyak 402,5 kilogram. Selain itu, infak yang terkumpul mencapai Rp3.135.000, fidyah sebesar Rp1.100.000, dan zakat mal sebesar Rp150.000. Seluruh dana dan bantuan tersebut telah dikelola dan disalurkan oleh panitia secara transparan.

Arief menjelaskan bahwa total penerima manfaat (mustahiq) mencapai 186 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 orang merupakan warga dalam Komplek BBA, sementara 88 lainnya berasal dari luar lingkungan komplek. Capaian tahun ini meningkat hampir 30 persen dibandingkan Idulfitri 2025, yang menunjukkan meningkatnya kepedulian sosial masyarakat.

Muslichudin: Jaga Persatuan, Toleransi dan Saling Menghormati

Dalam khutbahnya, Ustadz H. Muslichudin mengawali dengan ajakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT di bulan Syawal. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjalani Ramadan harus dibuktikan dengan konsistensi dalam menjalankan ibadah dan menjauhi larangan-Nya.

Ia juga mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat kesehatan jasmani dan rohani, serta lingkungan yang aman dan damai. Menurutnya, kehidupan di BBA dan di Indonesia merupakan karunia besar yang harus dijaga dengan semangat persatuan, toleransi, dan saling menghormati.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Idulfitri adalah simbol kemenangan setelah umat Islam berhasil menahan hawa nafsu selama Ramadan. Kemenangan tersebut tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial, yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, salah satunya melalui zakat fitrah.

Mengutip QS Al-Hujurat ayat 10, ia menegaskan bahwa sesama orang beriman adalah saudara. Oleh karena itu, jika terjadi perselisihan, umat Islam diperintahkan untuk mendamaikan dan menjaga keharmonisan, bukan memperuncing konflik.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan dalam kehidupan, baik dalam hal pandangan, budaya, maupun pemahaman agama, adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, perbedaan tersebut harus disikapi dengan bijak, dengan mengedepankan persamaan demi menjaga persatuan.

Meneladani Rasulullah SAW, ia mengangkat kisah persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar di Madinah sebagai contoh nyata pentingnya ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah, menurutnya, menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bagian dari keimanan. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang mengajarkan untuk memuliakan tetangga, menghormati tamu, menyambung tali persaudaraan, serta menjaga lisan dengan berkata baik atau diam.

Dalam bagian akhir khutbah, Ustadz Muslichudin mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Syawal sebagai titik awal memperbaiki diri. Ia menekankan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan persaudaraan sejati yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni tetangga.

Khutbah ditutup dengan doa bersama yang penuh haru, memohon ampunan bagi diri sendiri, orang tua, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat. Jamaah juga diajak untuk mendoakan orang tua yang masih hidup maupun yang telah wafat agar diberikan keberkahan, kesehatan, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Suasana haru dan kebersamaan terasa kuat di akhir pelaksanaan salat Id. Warga saling bersalaman dan bermaafan, mempererat hubungan sosial yang telah terjalin. Momen ini menjadi cerminan nyata nilai-nilai Idulfitri sebagai hari kemenangan, penuh keikhlasan, dan persaudaraan.

@asd

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.