Laporan Mining & Money: Dana Tambang Mineral Transisi Picu Kerusakan Lingkungan dan Pelanggaran HAM di Indonesia
VISI.NEWS | WAINGAPU — Sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh Koalisi Forests & Finance dengan dukungan mitra masyarakat sipil global, berjudul "Mining and Money: Financial Fault Lines in the Energy Transition", mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa antara tahun 2016 hingga 2024, lembaga keuangan besar dunia telah menggelontorkan \$493 miliar dalam bentuk pinjaman dan penjaminan kepada perusahaan-perusahaan pertambangan mineral transisi. Sementara itu, investor juga berkontribusi sebesar \$289 miliar dalam bentuk obligasi dan saham hingga Juni 2025. Laporan ini menyoroti dampak buruk dari aliran dana tersebut terhadap lingkungan dan hak asasi manusia.
Mineral-mineral yang mendukung transisi energi seperti kobalt, nikel, litium, dan tembaga sering kali disebut-sebut sebagai "ramah lingkungan" dan "berkelanjutan". Namun, laporan ini mengungkapkan bahwa metode penambangan dan pembiayaan sektor ini justru menyebabkan kerusakan serius. Termasuk di dalamnya adalah deforestasi, polusi, pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat adat, serta praktik ketenagakerjaan yang berbahaya. Selain itu, kegiatan tambang juga turut menyebabkan pembangunan pembangkit listrik berbasis batu bara dan kecelakaan seperti runtuhnya bendungan dan bocornya limbah beracun yang berdampak fatal bagi masyarakat dan ekosistem setempat.
"Meski mineral ini banyak dipromosikan sebagai kontributor utama dalam transisi energi, kenyataannya proses penambangan dan pendanaannya masih sangat jauh dari konsep ramah lingkungan, berkelanjutan, atau berkeadilan," ujar Linda Rosalina, Direktur Eksekutif TuK Indonesia yang juga bagian dari Koalisi Forests & Finance.
Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa lembaga keuangan terbesar yang berperan mendanai tambang mineral transisi. Bank-bank besar seperti JPMorgan Chase, Bank of America, Citi, dan BNP Paribas tercatat sebagai yang terdepan dalam mendanai proyek-proyek tambang yang merusak. Di sisi investasi, perusahaan seperti BlackRock, Vanguard, dan Capital Group juga memberikan dukungan finansial besar-besaran untuk perusahaan-perusahaan tambang raksasa seperti Glencore, Vale, dan BHP.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!