Kunjungan Wisatawan ke Rancabali Berdampak Positif Pada Sektor Ekonomi Pelaku Usaha
Menurutnya, hingga saat ini kondisi wisata alam di Rancabali masih diminati oleh para pelancong atau para wisatawan. Di Rancabali, disebutkan, destinasi wisata yang masih menjadi tujuan wisatawan seperti Kawah Putih, Air Panas Walini, dan tempat-tempat wisata alam lainnya.
"Saya pun melihat tingkat kunjungan wisatawan selama libur Lebaran ini terlihat lebih ramai. Perputaran uang pun bisa mencapai miliaran rupiah, jika diperkirakan dalam sepekan terakhir ini," ujarnya.
Menurutnya, perputaran uang mencapai miliaran rupiah itu, tak hanya di kawasan destinasi wisata alam saja, juga dirasakan pula oleh para pelaku usaha atau UMKM.
Disebutkan, di Kecamatan Rancabali itu tercatat sekitar 2.400 pelaku usaha berdasarkan data NIB (Nomor Induk Berusaha) yang dikeluarkan oleh Pemkab Bandung.
Terkait geliat kunjungan wisatawan itu, Kankan pun mengungkapkan bahwa para pelaku usaha memiliki kewajiban untuk mengolah atau mengelola sampah berikut tempat-tempat sampah.
"Dampak dari kunjungan wisatawan itu adalah sampah. Meski sampai saat ini, pengolahan sampah masih menggunakan metode pembakaran dan belum ramah lingkungan. Mudah-mudahan kedepan, pengolahan atau penangan sampah semakin ramah lingkungan melalui program Pak Bupati Bandung," ucapnya.
Kankan pun berharap kepada para pelaku usaha pariwisata maupun UMKM harus konsisten, bahwa Rancabali ini banyak dikunjungi para wisatawan karena kondisi alamnya masih bagus.
"Sehingga kita harus sama-sama menjaga kelestarian alam itu. Jangan sampai karena rupiah dan syahwat ingin membangun tempat wisata, tempat wisatanya tidak ramah lingkungan. Ketika pembangunan tempat-tempat wisata sudah selesai, ketika ada spot-spot yang masih kosong untuk ditanami tanaman. Supaya kelestarian alam tetap terjaga," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!