Kunjungan Wisatawan ke Rancabali Berdampak Positif Pada Sektor Ekonomi Pelaku Usaha
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Sejumlah kawasan wisata di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, masih menjadi ikon destinasi wisata terpopuler di Jawa Barat Indonesia.
Terlebih lagi Aksesibilitas yang baik menuju pantai selatan Jawa Barat, seperti Kabupaten Garut, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Pangandaran, menjadikan Rancabali sebagai jalur utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam pantai.
Camat Rancabali, Kankan Taufik Barnawan, mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan selama sepekan libur Lebaran Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah berdampak signifikan pada ekonomi lokal.
"Kunjungan wisatawan selama sepekan libur Lebaran Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah tentunya berdampak pada ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Karena banyak wisatawan atau pengunjung yang beristirahat di warung-warung untuk berbelanja produk-produk ekonomi kreatif yang dipasarkan," kata Kankan saat dihubungi, Minggu (6/4/2025).
Camat Kankan menyebutkan dengan membludaknya kunjungan wisatawan ke kawasan Rancabali itu, tentunya berdampak pula kepada masyarakat kecil yang turut mengais rezeki dari sektor pariwisata tersebut.
"Dengan menawarkan kondisi alam yang masih alami, indah dan menarik di kawasan Rancabali, tentunya berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kawasan Rancabali dengan menawarkan keindahan alam yang cenderung masih bagus itu, masih cukup dirindukan oleh banyak wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Barat maupun luar.
"Ini bukti bahwa manusia itu masih seneng dengan melihat keindahan alam yang masih lestari. Begitu juga dengan keindahan laut, pegunungan dan lainnya, sehingga kita harus sama-sama menjaga alam," kata Kankan.
Menurutnya, hingga saat ini kondisi wisata alam di Rancabali masih diminati oleh para pelancong atau para wisatawan. Di Rancabali, disebutkan, destinasi wisata yang masih menjadi tujuan wisatawan seperti Kawah Putih, Air Panas Walini, dan tempat-tempat wisata alam lainnya.
"Saya pun melihat tingkat kunjungan wisatawan selama libur Lebaran ini terlihat lebih ramai. Perputaran uang pun bisa mencapai miliaran rupiah, jika diperkirakan dalam sepekan terakhir ini," ujarnya.
Menurutnya, perputaran uang mencapai miliaran rupiah itu, tak hanya di kawasan destinasi wisata alam saja, juga dirasakan pula oleh para pelaku usaha atau UMKM.
Disebutkan, di Kecamatan Rancabali itu tercatat sekitar 2.400 pelaku usaha berdasarkan data NIB (Nomor Induk Berusaha) yang dikeluarkan oleh Pemkab Bandung.
Terkait geliat kunjungan wisatawan itu, Kankan pun mengungkapkan bahwa para pelaku usaha memiliki kewajiban untuk mengolah atau mengelola sampah berikut tempat-tempat sampah.
"Dampak dari kunjungan wisatawan itu adalah sampah. Meski sampai saat ini, pengolahan sampah masih menggunakan metode pembakaran dan belum ramah lingkungan. Mudah-mudahan kedepan, pengolahan atau penangan sampah semakin ramah lingkungan melalui program Pak Bupati Bandung," ucapnya.
Kankan pun berharap kepada para pelaku usaha pariwisata maupun UMKM harus konsisten, bahwa Rancabali ini banyak dikunjungi para wisatawan karena kondisi alamnya masih bagus.
"Sehingga kita harus sama-sama menjaga kelestarian alam itu. Jangan sampai karena rupiah dan syahwat ingin membangun tempat wisata, tempat wisatanya tidak ramah lingkungan. Ketika pembangunan tempat-tempat wisata sudah selesai, ketika ada spot-spot yang masih kosong untuk ditanami tanaman. Supaya kelestarian alam tetap terjaga," ungkapnya.
Camat Rancabali juga mengucapkan terima kasih kepada para wisatawan yang sudah menjadikan Rancabali sebagai pilihan atau tujuan untuk berwisata.
"Kita juga mengajak kepada para wisatawan untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Dan tetap harus hati-hati, sabar disaat terjadi kemacetan kendaraan. Mudah-mudahan kedepan ada solusi terbaik, supaya bisa lebih nyaman lagi," ucapnya.
Kankan pun kembali menyampaikan pesan kepada para pelaku usaha di Rancabali untuk tetap menjaga alam.
"Rancabali dikunjungi karena pemandangan alamnya yang indah, kalau tidak ramah lingkungan saya yakin Rancabali akan sepi pengunjung," ucapnya.
Ia juga berharap kepada para pelaku usaha untuk membayar pajaknya dari kegiataan berusaha tersebut.
"Jangan lupa bulan depan disetorkan pajaknya, agar pembangunan di Kabupaten Bandung semakin meningkat dan wisatawan semakin nyaman," pungkasnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!