Korban Tewas Gempa Capai 33.000 Orang, Turki Mulai Terapkan Hukum terhadap Bangunan
Bantuan Suriah dirumitkan perang
Di Suriah, permusuhan yang telah memecah belah negara itu selama 12 tahun perang saudara kini menghambat kerja bantuan. Bantuan gempa bumi dari wilayah yang dikuasai pemerintah ke wilayah yang dikendalikan oleh kelompok oposisi garis keras telah tertahan oleh masalah persetujuan dengan kelompok Islam Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) yang menguasai sebagian besar wilayah tersebut, kata seorang juru bicara PBB.
Sumber HTS di Idlib mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok itu tidak akan mengizinkan pengiriman apa pun dari daerah yang dikuasai pemerintah dan bantuan akan datang dari Turki ke utara.
PBB berharap untuk meningkatkan operasi lintas batas dengan membuka dua titik perbatasan tambahan antara Turki dan Suriah yang dikuasai oposisi untuk pengiriman bantuan, kata juru bicara Jens Laerke.
Menteri luar negeri sekutu AS Uni Emirat Arab bertemu Presiden Suriah Bashar Assad pada hari Minggu dalam kunjungan tingkat tinggi pertama oleh seorang pejabat Arab sejak gempa.
Beberapa negara Arab telah memberikan dukungan kepada Assad pasca gempa. Negara-negara Barat, yang berusaha untuk mengisolasi Assad setelah tindakan kerasnya terhadap protes pada tahun 2011 dan pecahnya perang saudara, merupakan kontributor utama upaya bantuan PBB di seluruh Suriah tetapi hanya memberikan sedikit bantuan langsung ke Damaskus selama perang saudara.
Pengiriman pertama bantuan gempa bumi Eropa ke bagian Suriah yang dikuasai pemerintah juga tiba di Damaskus pada hari Minggu. Utusan PBB untuk Suriah Geir Pedersen mengatakan di Damaskus PBB memobilisasi dana untuk mendukung Suriah.
"Kami mencoba memberitahu semua orang: Kesampingkan politik, ini adalah waktu untuk bersatu di belakang upaya bersama untuk mendukung rakyat Suriah," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!