Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Bertambah Menjadi 95 Orang
Banjir bandang terjang Nepal-China./visi.news/AFP.
Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, mengonfirmasi bahwa banjir bandang tersebut dipicu oleh gempa bumi yang menyebabkan longsoran es dan batuan atau ice-rock avalanche di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Pusat Penelitian Geowisains Jerman (GFZ) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang kawasan Tibet sekitar tujuh menit sebelum rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik terjangan banjir menghantam pos perbatasan.
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menegaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan sejumlah unsur untuk menangani bencana, meliputi personel militer Nepal Army, personel kepolisian, helikopter penyelamat, dan tim medis.
Pengerahan tersebut dilakukan untuk melaksanakan penanganan darurat di lokasi bencana.
Di pihak China, Presiden Xi Jinping memberikan instruksi langsung kepada jajarannya untuk mengerahkan segala upaya dalam pencarian korban hilang di kawasan Tibet. Ia juga menginstruksikan penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!