Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Bertambah Menjadi 95 Orang

Desi Rossilawati
Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Bagikan
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Bertambah Menjadi 95 Orang

Banjir bandang terjang Nepal-China./visi.news/AFP.

VISI.NEWS - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan perbatasan pegunungan antara Nepal dan Tibet, China, Rabu (26/8/2026), bertambah menjadi 95 orang.

"Tim penyelamat di Nepal sejauh ini telah mengevakuasi 95 jenazah," ujar tim kepolisian dikutip Reuters.

Selain korban tewas, sebanyak 65 orang dilaporkan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah ibu kota Nepal, Kathmandu.

Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya 384 orang masih dilaporkan hilang dalam musibah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 291 orang merupakan wisatawan mancanegara dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Belanda.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan delapan warganya yang merupakan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) hilang. Sementara itu, 10 warga Korea Selatan lainnya dilaporkan terjebak di lokasi bencana.

Selain itu, sembilan personel Angkatan Kepolisian Bersenjata Nepal yang bertugas di pos perbatasan Timure juga dilaporkan tersapu banjir.

Sebelumnya, luapan air deras dari aliran Sungai Bhote Koshi menerjang belasan desa di Distrik Rasuwa dan Nuwakot, Nepal. Banjir tersebut kemudian mengalir deras hingga ke sistem aliran Sungai Trishuli.

Di sisi lain, tanah longsor juga menghantam area Pelabuhan Perbatasan Gyirong di Kota Shigatse, Tibet, China. Insiden tersebut menyebabkan jalur darat, jaringan komunikasi, serta pasokan listrik di wilayah perbatasan terputus.

Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, mengonfirmasi bahwa banjir bandang tersebut dipicu oleh gempa bumi yang menyebabkan longsoran es dan batuan atau ice-rock avalanche di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Pusat Penelitian Geowisains Jerman (GFZ) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang kawasan Tibet sekitar tujuh menit sebelum rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik terjangan banjir menghantam pos perbatasan.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menegaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan sejumlah unsur untuk menangani bencana, meliputi personel militer Nepal Army, personel kepolisian, helikopter penyelamat, dan tim medis.

Pengerahan tersebut dilakukan untuk melaksanakan penanganan darurat di lokasi bencana.

Di pihak China, Presiden Xi Jinping memberikan instruksi langsung kepada jajarannya untuk mengerahkan segala upaya dalam pencarian korban hilang di kawasan Tibet. Ia juga menginstruksikan penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.