Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Bertambah Menjadi 95 Orang
Banjir bandang terjang Nepal-China./visi.news/AFP.
VISI.NEWS - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan perbatasan pegunungan antara Nepal dan Tibet, China, Rabu (26/8/2026), bertambah menjadi 95 orang.
"Tim penyelamat di Nepal sejauh ini telah mengevakuasi 95 jenazah," ujar tim kepolisian dikutip Reuters.
Selain korban tewas, sebanyak 65 orang dilaporkan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah ibu kota Nepal, Kathmandu.
Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya 384 orang masih dilaporkan hilang dalam musibah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 291 orang merupakan wisatawan mancanegara dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Belanda.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan delapan warganya yang merupakan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) hilang. Sementara itu, 10 warga Korea Selatan lainnya dilaporkan terjebak di lokasi bencana.
Selain itu, sembilan personel Angkatan Kepolisian Bersenjata Nepal yang bertugas di pos perbatasan Timure juga dilaporkan tersapu banjir.
Sebelumnya, luapan air deras dari aliran Sungai Bhote Koshi menerjang belasan desa di Distrik Rasuwa dan Nuwakot, Nepal. Banjir tersebut kemudian mengalir deras hingga ke sistem aliran Sungai Trishuli.
Di sisi lain, tanah longsor juga menghantam area Pelabuhan Perbatasan Gyirong di Kota Shigatse, Tibet, China. Insiden tersebut menyebabkan jalur darat, jaringan komunikasi, serta pasokan listrik di wilayah perbatasan terputus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!