Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Komisi VI DPR Harap 11 Perusahaan Gula Rafinasi Bangun Kebun Di Wilayah Timur Indonesia

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Oktober 2025 | 12:38 WIB
Bagikan
Komisi VI DPR Harap 11 Perusahaan Gula Rafinasi Bangun Kebun Di Wilayah Timur Indonesia

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, mengharapkan kepada 11 perusahaan gula rafinasi agar segera membangun perkebunan tebu di wilayah Indonesia Timur.

"Kita sangat berharap 11 perusahaan gula rafinasi, kedepan mereka tidak berbasiskan impor. Kita berharap berbasiskan perkebunan yang mereka bangun karena itu perintah UU," kata Nasril Bahar di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Disamping itu, kata Nasril, 11 perusahaan gula rafinasi itu sudah menikmati hasil dari gula rafinasi tersebut, bahkan sudah belasan tahun, ada yang mulai tahun 2004, 2008.

"Artinya sudah belasan tahun mereka menikmati keuntungan. Jadi kalau darimana modalnya untuk membangun kebun tebu, saya rasa dari akumulasi keuntungan yang mereka dapatkan selama ini. Itu sudah lebih cukup untuk membangun atau membuat kebun tebu, kata Nasril.

Selain modal, mereka mengeluhkan lahan. Nasril mengatakan, lahan perkebunan untuk tebu sangat terbuka dan luas di wilayah Indonesia Timur.

"Persoalannya saja, mereka mau bangun kebun dimana, kata mereka. Kalau mencari kebun di wilayah Jawa dan Sumatera, gak akan ketemu lahan untuk perkebunan, tetapi coba cari di daerah Indonesia Timur, apakah di Sulawesi, NTB, Papua. Pengusaha-pengusaha baru sekarang dapat kok ketika pemerintah mengalokasikan. Mereka (11 perusahaan) minta dong kepada pemerintah di daerah-daerah yang masih mempunyai lahan, kawasan yang iklimnya masih bisa mendukung," sebut politisi PAN itu.

Nasril melanjutkan, mereka bangun bangun kebun, yang hasilnya berbentuk row sugar, dan kemudian row sugar itu dibawa ke pabrik yang terletak di pinggir pantai di Pulau Jawa.

"Mereka bawa ke pabrik mereka yang ada di pulau Jawa yang kata mereka pabrik-pabrik mereka berada di pinggir pantai . Silahkan pabrik mereka di pinggir pantai tapi bahan bakunya dari indonesia sendiri, yakni yang berbasis kebun di Indonesia Timur," kata anggota DPR RI dari dapil Sumut III tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.