Komisi I DPR Pasang 'Garis Merah' untuk TNI ke Gaza, Tegaskan Misi Harus di Bawah Mandat PBB

ED
Kamis, 19 Februari 2026 | 12:05 WIB
Bagikan
Komisi I DPR Pasang 'Garis Merah' untuk TNI ke Gaza, Tegaskan Misi Harus di Bawah Mandat PBB

VISI.NEWS | JAKARTA – Rencana pengiriman pasukan TNI ke Jalur Gaza di bawah skema Board of Peace memunculkan catatan tegas dari Komisi I DPR RI. Alih-alih sekadar mendukung stabilisasi kawasan, parlemen meminta pemerintah memastikan penugasan prajurit Indonesia murni untuk misi kemanusiaan dan berada dalam mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bukan kepentingan politik pihak tertentu.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menegaskan batasan tersebut saat ditemui di Makassar, Selasa (17/2). Ia menyatakan TNI tidak boleh terseret dalam agenda militer atau kepentingan yang bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia.

“Jadi kita rekomendasikan itu hanya membantu di medis dan zipur , atau rehab-rekon,” kata Syamsu Rizal, yang akrab disapa Daeng Ical, di kantor PKB Sulsel.

Menurutnya, satu brigade TNI memang telah menjalani pelatihan untuk masuk dalam International Stabilization Force (ISF). Namun, Komisi I meminta ada kejelasan batas wilayah tugas dan segmen operasi sebelum prajurit diberangkatkan.

“Komisi I sudah mensyaratkan, yang pertama memastikan dulu sebelum pengiriman, apa-apa yang menjadi tugasnya. Jadi ada crossline yang jelas, ada debarkasi, baik wilayah maupun tugas segmen,” ujarnya.

Ia juga menekankan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace—yang melibatkan Amerika Serikat dan sejumlah negara lain—harus memiliki legitimasi internasional yang kuat. “Kami meminta adalah merekomendasikan sedapat mungkin memastikan bahwa keberangkatan ini, karena mandat PBB, bukan mandat yang lain saja,” tegasnya.

Syamsu Rizal mengingatkan, jika dalam pelaksanaannya bertentangan dengan prinsip bebas aktif yang dianut Indonesia, maka opsi untuk tidak melanjutkan keterlibatan tetap terbuka.

“Kalau bertentangan dengan prinsip bebas aktif dan visi kita Indonesia, sikap kita Indonesia tidak jadi dikirim. Bahkan presiden juga sudah menegaskan bahwa kalau memang bertentangan kita keluar (dari Board of Peace),” katanya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.