Kolesterol dan Hipertensi? Ini Tips Aman Konsumsi Daging Kurban
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 30 Mei 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat Indonesia bersiap menikmati sajian daging kurban seperti sapi atau kambing. Namun, dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, mengingatkan pentingnya memperhatikan cara memasak dan porsi konsumsi daging agar tetap sehat, terutama bagi penderita kolesterol dan hipertensi.
"Sebenarnya kalau daging aja itu enggak apa-apa, yang jadi masalah itu karena garamnya banyak, micinnya, santannya, minyaknya," ujar Dr. Andi.
Menurutnya, risiko kesehatan lebih besar ditentukan oleh cara pengolahan, bukan jenis daging. Olahan bersantan, digoreng, atau terlalu banyak bumbu penyedap bisa meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Sebaliknya, daging yang direbus atau dimasak menjadi sup dengan kuah bening jauh lebih aman.
Bagi penderita hipertensi dan kolesterol, konsumsi daging kurban tetap diperbolehkan asalkan dikonsumsi secara moderat dan diolah dengan teknik yang sehat.
“Kalau dagingnya aja, betul tok itu aja, supnya bening gitu ya, enggak ada tambahan macam-macam. Harusnya daging itu sehat,” tambahnya.
Terkait perbandingan antara daging sapi dan kambing, Dr. Andi menyebut keduanya memiliki kandungan nutrisi yang tak berbeda jauh.
"Ya, saya pikir 11-12 tetapi cara mengolahnya lah yang menentukan," tegasnya.
Untuk porsi, ia menyarankan mengikuti kebutuhan protein harian yakni sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Dengan demikian, seseorang dengan berat 60 kilogram disarankan mengonsumsi sekitar 48 gram protein dari semua sumber, termasuk daging. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!